Dulu Staf Khusus Jokowi, Kini Belva Devara 'Mengajar' di Sekolah

Donny Adhiyasa, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 2 menit

VIVA – Penutupan kegiatan sekolah di masa pandemi, berimbas pada terbatasnya akses pembelajaran bagi siswa dalam kondisi yang kurang beruntung. Siswa yang berada dalam situasi kurang beruntung tersebut, berpotensi mengalami penurunan kemampuan belajar.

Penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR) masih menghadapi berbagai tantangan. Sebab, banyak anak-anak di Indonesia yang belum memiliki akses pembelajaran yang memadai untuk sekolah secara daring.

Menurut Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, jumlah data nomor ponsel yang sudah terdaftar per September 2020 sebanyak 21,7 juta nomor dari 44 juta siswa. Artinya, bisa dikatakan bahwa sekitar 50 persen siswa-siswi tidak memiliki ponsel untuk belajar daring.

"Kami menyadari, dalam menghadapi tantangan di dunia pendidikan saat ini, anak yang kesulitan mendapatkan akses terhadap fasilitas pendukung seperti gawai dengan fitur yang memadai untuk pembelajaran daring, akan berpotensi kehilangan kesempatan belajar yang seharusnya mereka dapatkan dalam situasi normal," ujar CEO of Danone Specialized Nutrition Indonesia, Connie Ang dalam acara virtual program Kelas Generasi Maju, beberapa waktu lalu.

Hal ini tentu membuat proses dan kualitas pembelajaran masih belum maksimal. Menanggapi hal itu, mantan staf khusus Presiden Joko Widodo, Adamas Belva Syah Devara menyebut bahwa kualitas pendidikan dapat ditingkatkan apabila diberikan secara merata.

“Kami meyakini bahwa peningkatan kualitas pendidikan yang merata, diharapkan dapat mendorong pembangunan nasional secara menyeluruh kedepannya," ujar Co-Founder dan Chief Executive Officer (CEO) Ruangguru itu, dalam acara yang sama.

Untuk melaksanakan pendidikan yang merata tersebut, Belva Devara pun berkontribusi dengan 'mengajar' kepada anak-anak yang membutuhkan. Melalui Ruang Guru, Belva Devara mengajak para guru untuk mengajar di dua program strategis ‘Rumah Belajar Generasi Maju dan Kelas Generasi Maju’ dari kerjasama dengan SGM Eksplor dan Alfamart.

"Terutama selama masa pandemi ini, agar bisa berjalan dengan lebih maksimal dan mendukung mereka untuk dapat terus mengembangkan potensi prestasinya," ungkapnya.

Dua program strategis tersebut, merupakan upaya meningkatkan akses pendidikan di Indonesia agar kualitasnya semakin baik.

"Kedua program tersebut merupakan kolaborasi yang penting antara pemerintah dan dunia swasta, dimana pendidikan anak usia dini dan sekolah dasar menjadi landasan dari semua jenjang pendidikan selanjutnya sampai dengan perguruan tinggi," ujar Widyaprada Ahli Utama, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. Hurip Danu Ismadi, M.Pd.