Dulunya Bonek, Haruna Soemitro Mengenang Kebersamaan di Persebaya

Bola.com, Jakarta - Direktur Madura United, Haruna Soemitro, mengenang kebersamaannya bersama Persebaya Surabaya. Kepada Hamka Hamzah di YouTube Hamka Story 23, pria berusia 55 tahun ini mengaku sebagai Bonek sewaktu masih kecil.

"Jadi awalnya saya mencintai sepak bola. Karena saya jadi suporter, jadi Bonek, dan kemudian saya mendirikan klub internal Persebaya Surabaya namanya Ridho FC setelah itu saya terpanggil membangun Persebaya," kata Haruna.

Haruna pernah menjadi manajer Persebaya Surabaya pada 2003. Ketika itu, tim berjulukan Bajul Ijo tersebut baru terdegradasi ke Divisi 1 alias kasta kedua Liga Indonesia.

Saat Haruna datang, Persebaya langsung kembali promosi ke Divisi Utama, kompetisi kasta teratas saat itu. Bajul Ijo dibawanya menjuarai Divisi 1.

"Saya menjadi manajer Persebaya Surabaya pada 2003. Sewaktu kecil, rumah saya di dekat lapangan sepak bola. Saya sering bermain tapi gagal menjadi pemain. Kecintaan saya dengan sepak bola, tak jadi pemain, saya menjadi pengurus," ujar Haruna.

"Ada krisis di Persebaya Surabaya waktu itu. Degradasi ke Divisi 1. Saya terpanggil untuk kembali membangun kembali Persebaya. Alhamdulillah juara Divisi 1 pada 2003 dan promosi ke Divisi Utama," jelasnya.

Tinggalkan Persebaya, Raih 2 Medali Emas PON

Manajer Madura United, Haruna Soemitro. (Bola.com/Aditya Wany)

Haruna mundur dari posisinya setelah mengantar Persebaya Surabaya promosi ke Divisi Utama. Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI ini lalu ditunjuk sebagai manajer tim Jawa Timur (Jatim) di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2004 di Palembang, Sumatera Selatan dan Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) Jatim beberapa tahun berselang.

Haruna mampu membawa Jatim meraih medali emas PON 2004, bersama dengan Papua, sebagai manajer dan PON 2008 di Samarinda, Kalimantan Timur, sebagai Ketua Asprov.

"Saya meraih dua medali emas di PON 2004 dan 2008 saat menjadi manajer tim dan Ketua Asprov Jatim," imbuh Haruna.

Video