Dunia Dapat Bertahan dari Inflasi dan Resesi, Tapi Tidak dengan Krisis Iklim

Merdeka.com - Merdeka.com - Dalam konferensi iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) COP27 di Mesir, Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional, Kristalina Georgieva menyatakan dunia dapat bertahan dari inflasi dan resesi tetapi tidak dengan krisis iklim yang tak tercegah.

Baginya kampanye tentang perubahan iklim harus dilakukan agar masyarakat dunia mengetahui ancaman dari perubahan itu.

"Yang kita butuhkan adalah kampanye pendidikan yang sangat masif, karena jika orang-orang dibekap kesulitan saat ini dan mereka tidak menyadari bahwa perubahan iklim merupakan risiko eksistensial bagi umat manusia," jelas Georgieva, dikutip dari Al Arabiya, Rabu (9/11).

Baginya masalah utama yang tidak dapat dihindari adalah perubahan iklim. Ancaman resesi dan inflasi pun tidak sebesar ancaman perubahan iklim.

"Kita dapat bertahan dari resesi. Itu sulit, tapi kita dapat bertahan. Kita dapat bertahan dari inflasi tapi kita tidak dapat bertahan, sebagai manusia, dari krisis iklim yang tak tanggung-tanggung," lanjutnya.

Sebelumnya COP27 yang diselenggarakan di Kota Sharm el-Sheikh, Mesir 6 November kemarin dihadiri oleh berbagai kepala negara, pejabat pemerintah, pembuat kebijakan, dan para ahli. Mereka berkumpul untuk membahas bagaimana manusia dapat memitigasi perubahan iklim.

Berbagai pembicaraan, mulai dari pembiayaan transisi energi bersih hingga perlindungan hutan dunia akan dibahas dalam KTT itu hingga diakhiri pada 18 November nanti.

Dalam KTT itu, Dana Moneter Internasional (IMF) akan menjelaskan bagaimana emisi global dapat dikurangi hingga 25 persen pada 2030 nanti.

Georgieva sendiri mengungkap IMF perlu meningkatkan harga karbon ke tingkat yang diperlukan untuk menciptakan penghasilan bagi bisnis dan konsumen hingga menurunkan emisi.

"Saat ini, harga karbon secara global rata-rata adalah USD 5 (Rp 78 ribu) per ton. Pada tahun 2030, setidaknya harus USD 75 (Rp 1.1 juta) per ton jika kita ingin mencapai tujuan Perjanjian Paris," jelas Georgieva.

Bagi Georgieva, dunia sekarang menghadapi dua masalah yaitu dampak perubahan iklim dan utang negara berkembang yang tinggi. Karena itu solusi penting atas dua masalah ini harus diselesaikan.

IMF juga sedang bekerja melihat pengurangan emisi karbon negara-negara yang mana jika pengurangan itu berhasil, maka pemutihan utang dapat dilakukan. Dua masalah tadi pun diyakini dapat terselesaikan.

Bagi Georgieva, dua masalah itu dapat diangkat untuk menjadi perhatian pada COP27 dan KTT itu dapat menjadi platform bagi seluruh pihak agar dapat bekerja sama.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]