Dunia Masih Butuh USD10 Miliar untuk Mitigasi Pandemi

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan dunia masih membutuhkan dana USD 10 miliar untuk menghadapi potensi pandemi di masa depan. Sebab total kebutuhannya mencapai USD 30,3 miliar untuk semua negara dunia.

"Kami telah mengindentifikasi dunia membutuhkan dana USD 10 miliar untuk Pandemi Fund," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers 2nd G20 Joint Finance and Health Minister Meeting di Hotel Mulia, Nusa Dua Bali, Bali, Sabtu (12/11) malam.

Direktur Eksekutif Bank Dunia, Wempi Saputra menjelaskan sejauh ini setiap negara dan lembaga dunia telah memiliki dana untuk mengantisipasi datangnya pandemi. Di tingkat nasional setiap negara dunia telah menyediakan USD 19,4 miliar dari kebutuhan USD 26,4 miliar. Sedangkan di tingkat global telah terkumpul USD 1,2 miliar dari kebutuhan USD 19,4 miliar.

"Jadi gap (rentang kebutuhan) USD USD 7 miliar sama 3,5 miliar ini USD 10,5 miliar," kata dia.

Wempi mengatakan sumber dana tersebut berasal dari konsesi dunia dan yang disiapkan masing-masing negara dan lembaga keuangan global . Namun, saat ini masih terdapat kekurangan dana sebesar USD 10,5 miliar.

"Ada yang di global fund, Gavi, Cepi dan lain-lain karena secara nasional ini lebih mapan. Nah untuk negara-negara miskin dan berkembang belum punya kemampuan untuk mengalokasikan anggaran buat sektor ini," kata dia.

Dana yang dikumpulkan ditingkat nasional biasanya berasal dari negara-negara maju. Sedangkan negara-negara miskin dan berkembang masih belum banyak menyiapkan anggaran untuk sistem kesehatan publiknya.

"Kalau nasional buat negara sendiri, ini buat meningkatkan resilien kesehatan masyarakat nasional," kata dia.

Sementara itu dana yang berasal dari lembaga keuangan dunia untuk diberikan kepada negara-negara berkembang atau negara miskin. "Kalau yang global itu modelnya komunikasi seperti kasusnya vaksin. Negara miskin tidak punya uang di bantu negara maju. Bisa bilateral, apakah via WHO atau global fund," kata dia.

Sementara itu, Forum G20 Presidensi Indonesia telah membentuk sebuah lembaga keuangan khusus bernama Dana Perantara Keuangan atau Financial Intermediary Fund (FIF) atau Pandemic Fund. Sementara ini, telah terkumpul dana USD 1,4 miliar yang berasal dari 20 negara dunia dan 3 lembaga keuangan global.

"Jadi pandemi fund ini sangat penting karena kita harus sediakan satu sistem untuk cegah pandemi masa depan," pungkasnya. [azz]