Dunia Memasuki Senjakala Dominasi Barat, Kebangkitan China dan Rusia

Merdeka.com - Merdeka.com - Perang di Ukraina memperlihatkan dominasi Barat kini memasuki babak akhir seiring China muncul menjadi kekuatan superpower bekerja sama dengan Rusia. Kondisi ini menjadi perubahan paling menonjol selama berabad-abad. Demikian kata mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair.

Dunia, kata Blair, saat ini berada pada momen titik balik dalam sejarah dibanding pada saat Perang Dunia Kedua atau jatuhnya Uni Soviet. Namun kali ini Barat jelas tidak sedang berkuasa.

"Kita memasuki akhir dari dominasi politik dan ekonomi Barat," kata Blair dalam kuliah bertajuk "Setelah Ukraina, Pelajaran Apa yang Kita Dapat dari Kepemimpinan Barat?" seperti yang tertuang dalam naskah pidato di sebuah forum yang mendukung aliansi Amerika Serikat dan Eropa di Ditchley Park, London.

"Dunia akan beralih menjadi bipolar dan kemungkinan multipolar," ujar Blair, seperti dilansir laman Al Arabiya, Minggu (17/7). "Perubahan geopolitik terbesar yang terjadi di abad ini berasal dari China, bukan Rusia."

Perang Rusia-Ukraina saat ini sudah menewaskan ribuan orang dan memicu krisis serius dalam hubungan antara Rusia dengan Barat sejak Krisis Rudal Kuba pada 1962 ketika warga dunia khawatir dunia sedang berada di ujung perang nuklir.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Barat sudah menyatakan perang ekonomi dengan mengisolasi ekonomi Rusia lewat serangkaian sanksi dan Kremlin menuturkan Rusia akan kembali bangkit seperti China dan India.

Perang di Ukraina, kata Blair, kian memperjelas Barat tidak bisa "mendikte China untuk berbuat sesuatu yang menurut kita rasional".

Presiden China Xi Jinping mendukung Putin dan mengecam sanksi Barat. Putin juga menyebut China sebagai partner strategis.

Pada 1979 perekonomian China lebih kecil dari Italia tapi setelah membuka investasi asing dan melakukan reformasi pasar, China kini menjadi negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia.

Bahkan ekonomi China diprediksi akan melampaui Amerika Serikat dalam waktu satu dasawarsa dan Negeri Tirai Bambu juga memimpin dalam teknologi abad ke-21 seperti kecerdasan buatan, obat-obatan, dan bahan polimer.

"Posisi China sebagai negara superpower itu wajar dan sah-sah saja. Mereka bukan Uni Soviet," kata Blair. Sekutu China tampaknya adalah Rusia dan Iran.

Barat jangan sampai membiarkan CHina unggul secara militer, kata Blair.

"Kita harus menambah anggaran pertahanan dan menjaga superioritas militer," ujar perdana menteri Inggris periode 1997-2007 itu.

Amerika Serikat dan sekutunya "harus cukup superior untuk menangani berbagai macam kemungkinan konflik di semua bidang." [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel