Dunia sambut Tahun Baru di bawah bayang-bayang Covid

·Bacaan 4 menit

Paris (AFP) - Dunia menyambut Tahun Baru dengan pengendalian pandemi yang membungkam perayaan oleh miliaran orang yang ingin mengucapkan selamat tinggal kepada 2020 yang diamuk virus.

Setelah tahun yang berat yang membuat paling sedikit 1,7 juta orang meninggal dunia akibat Covid-19, gelombang baru infeksi telah memicu lockdown terbaru dan memaksa orang-orang yang tadinya hendak bersuka ria memperpanjang tradisi menonton peristiwa dari sofa pada 2020.

Detik-detik pertama tahun 2021 yang ditunggu-tunggu terjadi di negara-negara Pasifik di Kiribati dan Samoa mulai (Kamis) pukul 17.00 WIB, dengan Kepulauan Howland dan Pulau Baker yang tidak berpenghuni menjadi yang terakhir menuju Tahun Baru, 26 jam kemudian.

Selandia Baru yang mendapatkan pujian atas caranya menangani virus corona, menyusul satu jam kemudian dengan kerumunan besar berkumpul di Auckland demi menyaksikan pertunjukan kembang api.

Meskipun masih terisolasi oleh penutupan perbatasan internasional, bulan-bulan nol kasus yang tercatat dalam komunitasnya telah membuat kehidupan di Selandia Baru kembali ke keadaan normal.

Di kota terbesar di Australia, Sydney, kembang api menerangi pelabuhan yang berkilauan dengan pemandangan memukau pada pukul 20.00 WIB, tetapi hanya sedikit penonton yang langsung menyaksikannya.

Rencana membolehkan kerumunan dibatalkan di tengah munculnya satu kluster sekitar 150 infeksi baru yang membuat perjalanan ke dan dari Sydney menjadi sangat dibatasi.

"Saya kira semua orang memandang 2021 sebagai permulaan baru dan awal yang baru," kata Karen Roberts, di antara sedikit orang beruntung yang dibolehkan melewati pos pemeriksaan di sekitar daerah itu kepada AFP di sebuah bar yang terletak di bawah Opera House Sydney.

Di Hong Kong, meskipun ada pembatasan, beberapa orang memberanikan diri merayakan awal 2021 dengan berkumpul di sebelah tepi perairan Victoria Harbour untuk berfoto selfie.

Di Tokyo, di mana penduduk menghadapi kemungkinan keadaan darurat diberlakukan setelah kasus harian mencatat rekor 1.300 infeksi virus corona baru dalam 24 jam terakhir, orang-orang antre mengenakan masker wajah dan penutup wajah untuk mendoakan Tahun Baru.

Di Wuhan di China, tempat virus pertama kali muncul akhir tahun lalu, ribuan orang berkumpul guna merayakan Tahun Baru dan Taipei juga menikmati perayaan yang lebih biasa dengan kerumunan orang untuk menonton kembang api.

Di tempat lain, suasananya jauh lebih suram.

Di Rusia, Presiden Vladimir Putin mengakui dalam pidato Tahun Baru bahwa gelombang kedua infeksi tengah melanda negara itu.

"Sayangnya epidemi belum sepenuhnya dihentikan. Pertarungan melawannya tidak berhenti satu menit pun," kata dia.

Italia di mana gambar-gambar mengejutkan dari kamar mayat sementara dan petugas medis yang kelelahan menyadarkan dunia pada parahnya krisis, diisolasi secara nasional sampai 7 Januari dan jam malam mulai pukul 10 malam diberlakukan.

Dari Prancis sampai Latvia hingga Brasil, polisi dan dalam beberapa kasus personel militer dikerahkan guna memastikan jam malam atau larangan pertemuan besar ditetapkan.

Di London yang parah terhantam, penyanyi sekaligus penulis lagu asal Amerika berusia 74 tahun Patti Smith dijadwalkan merayakan Tahun Baru dengan penghormatan kepada para pekerja Dinas Kesehatan Nasional (NHS) yang meninggal dunia akibat Covid-19 yang diproyeksikan pada layar di Piccadilly Circus dan streaming di YouTube.

Walaupun begitu mengingat adanya kekhawatiran terhadap naiknya tingkat infeksi, proyeksi layar lebar itu dibatalkan sehingga penghormatan itu hanya terlihat online.

Kembang api dan pertunjukan laser diadakan di Dubai di Burj Khalifa yang merupakan menara tertinggi di dunia, di mana muncul sejumlah kasus baru.

Semua yang menonton acara secara langsung baik di tempat umum, hotel, maupun restoran diharuskan mengenakan masker dan mendaftar dengan mengidentifikasi kode batang QR.

Di Beirut yang masih terhuyung-huyung akibat ledakan pelabuhan 4 Agustus silam pihak berwenang juga tak mau rugi.

Jam malam dimundurkan sampai pukul 3 pagi. Bar, restoran, dan klub malam semuanya buka kembali dan mengiklankan pesta besar untuk menandai pergantian tahun.

Di tepi Danau Baikal di Siberia di mana suhunya turun sampai minus 35 derajat celsius, sekitar belasan warga Rusia muncul kembali setelah musim dingin menjelang tahun baru.

Para perenang, yang dikenal di Rusia sebagai "walrus", berlari beberapa kilometer melewati hutan bersalju dengan pakaian renang dan kostum pesta sebelum terjun ke danau air tawar terbesar di dunia tersebut.

"Menyegarkan. Agak menyengat!" kata Andrei Bugai kepada AFP setelah keluar dari air.

"Ini akan membuat Anda merasa 10 tahun lebih muda," kata Ksenia Novoseltseva, perenang lain, dengan senyum lebar di wajahnya.

Kanselir Angela Merkel pada Kamis memanfaatkan pidato ucapan Tahun Barunya untuk memperingatkan warga Jerman bahwa krisis virus corona yang "bersejarah" bakal berlanjut sampai 2021 meskipun vaksin membawa harapan.

Di Brasil yang mencatat lebih dari 193.000 kematian akibat Covid-19 yang merupakan jumlah terbesar kedua di dunia, petugas medis yang ketakutan menantikan gelombang baru.

Dalam beberapa hari terakhir, media sosial dipenuhi dengan video yang menunjukkan orang-orang yang bersuka cita menikmati malam tanpa mengenakan masker dan saluran-saluran televisi bahkan menayangkan tayangan langsung dari polisi yang menutup bar-bar penuh dengan pengunjung.


arb/har/pvh/lc

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel