DVI Polri Identifikasi 7 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Kelas I Tangerang

·Bacaan 1 menit
Petugas menurunkan kantong jenazah korban kebakaran Lapas Kelas I Tangerang dari ambulans di RS Polri Kramat Jati, Jakarta, Rabu (8/9/2021). Sebanyak 41 warga binaan tewas akibat kebakaran yang terjadi di Blok C 2 Lapas Kelas I Tangerang. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta Tim DVI Polri mengidentifikasi lagi tujuh jenazah korban kebakaran Lapas Kelas I Tangerang. Total kini sudah 25 jenazah yang telah diketahui pasti identitasnya.

"Sehingga sampai tanggal 14 September 2021 tim DVI telah berhasil mengidentifikasi 25 jenazah," tutur Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di RS Bhayangkara Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (14/9/2021).

Sejauh ini, Tim DVI Polri masih terus bekerja mengidentifikasi seluruh jenazah. Rusdi berharap kepastian tersebut dapat segera diterima oleh seluruh keluarga koban meninggal dunia dalam kebakaran Lapas Kelas I Tangerang.

"Mudah-mudahan kekurangannya kurang 16 akan bisa diselesaikan secepatnya oleh tim, yang tentunya ini cepat pula memberi kepastian kepada keluarga," kata Rusdi.

Adapun rincian tujuh jenazah tersebut adalah sebagai berikut:

1. Rizal bin Tinggal, laki-laki usia 40 tahun. Teridentifikasi melalui DNA dan rekam medis.

2. Mashuri bin Hamzah, laki-laki usia 41 tahun. Teridentifikasi melalui DNA dan rekam medis.

3. Chandra Susanto bin Tenpo, laki-laki usia 40 tahun. Teridentifikasi melalui DNA dan rekam medis.

4. Eko Supriyadi bin Karidi, laki-laki usia 29 tahun.

DNA dan Rekam Medis

5. Irfan bin Piter, laki-laki usia 39 tahun. Teridentifikasi melalui DNA dan rekam medis.

6. M Alfian Ariga bin Bunyamin Sholeh, laki-laki usia 32 tahun. Teridentifikasi melalui DNA dan rekam medis.

7. Roman Iman Sunandar bin Sunardi, laki-laki usia 35 tahun. Teridentifikasi melalui DNA dan rekam medis.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel