E-Commerce dan Tantangannya Jelang Harbolnas

Syahdan Nurdin, andiismoro79
·Bacaan 3 menit

VIVA – Usaha e-commerce di masa pandemi Covid-19 ini menjadi sebuah jalan keluar bagi pelaku usaha khususnya UMKM untuk menghadapi pandemi Covid-19. Telah banyak UMKM yang sudah mengadopsi teknologi digital dengan berbagai platform melalui pasar e-commerce, di mana melalui pemanfaatan pasar digital ini, usaha UMKM dapat bertahan saat ekonomi secara umum mengalami perlambatan yang signifikan.

Himbauan pemerintah melalui Presiden Joko widodo yang menyampaikan bahwa, perdagangan digital harus diarahkan untuk mendorong serta memberdayakan program pengembangan UMKM, sangat sesuai dengan harapan para pelaku usaha.

Bahkan pemerintah yakin terhadap kerjasama antara usaha UMKM dan e-commerce dapat membuka peluang besar usaha UMKM untuk memperluas pasar, baik pasar domestik maupun pasar ekspor yang nantinya tentu akan bermuara pada peningkatan perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat.

Untuk menembus pasar ekspor khususnya bagi pelaku usaha e-commerce, perlu dipersiapkan dengan matang agar lebih optimal, baik dari sisi detail kualitas bahan maupun kualitas barang yang ditawarkan, apalagi dengan adanya pembatasan orang untuk berkunjung ke wilayah negara tujuan ekspor tentu memberikan permasalahan berat bagi pelaku usaha, namun dengan adanya pasar digital seperti ini akan memudahkan pelaku usaha untuk menembus pasar tersebut.

Di sini peran pemerintah sangat diperlukan untuk membina dan melindungi serta memberikan kemudahan bagi pelaku usaha e-commerce dalam melakukan ekspor barang.

Manfaat e-commerce

Beragam strategi e-commerce diterapkan untuk memikat pembeli atau konsumen, mulai dari kampanye dengan tema tradisi seperti promo tanggal gajian atau promo akhir tahun, bahkan ada juga yang memberikan tema belanja tanggal tunggal seperti 4.4 atau 5.5 dan sebagainya.

Strategi seperti ini dilakukan oleh pelaku e-commerce untuk menarik pelanggan dengan jangkauan lebih luas yang nantinya akan memberikan kontribusi yang besar bagi UMKM yang tergabung di dalam platform e-commerce tersebut.

Dengan salah satu alasan tersebut pelaku usaha UMKM tertarik tergabung didalam e-commerce, karena tidak perlu melakukan promo atau strategi pemasaran sendiri yang berbiaya mahal serta belum tentu selalu berhasil, dan bahkan didalam platform e-commerce menyediakan berbagai kemudahan metode pembayaran seperti Cash On Delivery atau biasa dikenal dengan COD, serta beragam promo lain seperti diskon, cashback, program loyal dan yang paling banyak menarik minat pembeli adalah fitur gratis ongkir (ongkos kirim).

Peran pemerintah

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan akan memberikan stimulus kepada masyarakat pada hari belanja nasional (harbolnas) jelang hari raya Lebaran untuk belanja online khusus produk dalam negeri, berupa subsidi ongkos kirim (ongkir) sebagai langkah program Bangga Buatan Indonesia dan Hari Belanja Online Nasional, dengan harapan penjualan produk UMKM tanah air yang tergabung di dalam e-commerce dapat meningkat tajam.

Badan Pusat Statistik (BPS) melalui hasil survei Statistik E-Commerce 2020 menyebutkan bahwa hampir separuh dari seluruh usaha e-commerce atau sebesar 48,42 persen adalah usaha di Sektor Perdagangan Besar dan Eceran.dan sebanyak 4,68 persen usaha e-commerce melakukan ekspor.

Disampaikan juga usaha e-commerce sangat terdampak oleh adanya pandemi, sehingga sangat berpengaruh terhadap penurunan pendapatan usaha, volume transaksi dan kelancaran pendistribusian barang selama tahun 2020. Bahkan disampaikan pula sebanyak 96,02 persen usaha di Sektor Pengangkutan dan Pergudangan mengaku pendapatan usahanya turun sebagai dampak dari COVID-19.

Untuk menghadapi hal ini tentu pemerintah harus segera mengimplementasikan berbagai program yang sudah dirancang agar pelaku usaha e-commerce bisa bangkit kembali.

Tantangan di lapangan

Dengan adanya subsidi ongkos kirim (ongkir) yang dilakukan oleh pemerintah pasti akan meningkatkan keinginan masyarakat untuk berbelanja online melalui e-commerce.

Makin banyak pesanan barang yang diinginkan konsumen, bisa dipastikan traffic atau lalu lintas pengiriman barang bagi pelaku usaha jasa pengiriman di Sektor Pengangkutan dan Pergudangan juga akan meningkat .

Strategi agar pengiriman tepat waktu dan tidak terhambat harus dilakukan, baik dengan cara penambahan Sumber Daya Manusia, penambahan gudang penyimpanan maupun armada pengiriman. Karena jika peningkatan antusiasme masyarakat untuk berbelanja online terdukung dengan baik oleh jasa pengiriman tentu akan lebih memberikan kepuasan kepada konsumen.