EBT jadi Andalan PLN Kejar Rasio Elektrifikasi 100 Persen

Liputan6.com, Jakarta - PT PLN (Persero) akan mengejar target pemerataan kelistrikan (rasio elektrifikasi) 100 persen pada 2020, dengan mengoptimalkan pengoperasian pembangkit berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT).

Pelaksana tugas Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani mengatakan,‎ PLN dan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang mencari cara untuk melistriki wilayah terpencil yang sulit diakses.

"Kita lagi godog gimana caranya daerah yang susah mampu menyelesaikan masalah itu," kata Inten, di Jakarta, Selasa (19/11/2019).

Inten‎ pun menyebutkan beberapa pilihan solusi untuk mengejar pemerataan kelistrikan, yaitu membuat sistem kelistrikan komunal denggan sumber energi listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hydro (PLTMH).

"Dengan komunal kecil-kecil yang kayak kita di NTT, apakah itu PLTS, biomassa dan PLTMH," tuturnya.

Dia melanjutkan, PLN juga mengusulkan pengoperasian Tabung Listrik (Talis) dengan mengklaborasikan program Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) yang di‎gagas Kementerian ESDM. Usulan tersebut pun sedang digodog Kementerian ESDM, untuk menentukan langkah mempercepat pemerataan kelistrik.

"ESDM akan mencoba meramu antara program ESDM dulu LTSHE dengan program PLN bisa di match-kan," tandasnya.

Target Rasio Elektrifikasi Tercapai Bila 1,1 Juta Rumah Tangga Punya Listrik

Petugas PLN melakukan penyambungan penambahan daya listrik di Jakarta, Rabu (21/6). Menyambut lebaran, PLN memberikan bebas biaya penyambungan untuk rumah ibadah dan potongan 50 persen untuk pengguna selain rumah ibadah. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan pemerataan kelistrikan (rasio elektrifikasi) sebesar 99 persen pada 2019. Hal ini bisa tercapai jika 1,1 juta rumah tangga sudah ‎terpasang listrik.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana mengatakan, ‎realisasi rasio elektrifikasi nasional pada bulan September 2019 mencapai angka 98,86 persen.  Sementara target yang dipasang sampai akhir tahun ini sebesar 99 persen.

"Rasio elektrifikasi sampai September 2019 naik sekitar 0,56 persen dari Desember tahun 2018," kata Rida, di Kantor Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (24/10/2019).

Menurutnya, untuk mencapai target rasio elektrifikasi sebesar 99,9 persen sampai akhir 2019, harus ada 1.103.859 rumah tangga yang harus dilistriki.

Dari sekitar 1,1 juta rumah tangga tersebut, berdasarkan Basis Data Terpadu Badan Pusat Statistik (BPS) dan hasil verifikasi PT PLN (Persero), 710.008 rumah tangga diantaranya merupakan masyarakat tidak mampu, namun sudah ada jaringan listrik dilingkungan rumah mereka.

"Rumah tangga itu tidak dapat membayar sambungan pasang baru karena ketidakmampuan ekonomi," tutur dia.

Program Bantuan Pasang Baru Listrik

Petugas PLN memasang listrik di rumah warga di Desa Parauto, Nabire, Papua Barat. (Vina A. Muliana/Liputan6.com)Petugas PLN memasang listrik di rumah warga di Desa Parauto, Nabire, Papua. (Vina A. Muliana/Liputan6.com)

Untuk melistriki 710.008 rumah tangga tidak mampu tersebut, pemerintah mengeluarkan program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) 450 VA untuk masyarakat tidak mampu dari program sinergi BUMN, tanggung jawab sosial PT PLN (Persero).

Kemudian anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang dianggarkan Pemerintah Daerah, program one man one hope PT PLN (Persero) dan program KESDM Peduli.

"Program BPBL mulai memperlihatkan hasil dimana masyarakat tidak mampu tersebut kini telah mendapatkan sambungan listrik dan rasio elektrifikasi nasional perlahan-lahan meningkat dan diperkirakan rasio elektrifikasi sampai akhir tahun 2019 sebesar 99,23 persen," tandasnya.  

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: