Ecclestone Sarankan F1 Kembali Gunakan Mesin V8

Muhamad Fadli Ramadan
·Bacaan 1 menit

Dalam beberapa tahun terakhir F1 mulai kehilangan fan karena balapan yang kurang menarik dan hilangnya identitas mobil-mobil yang berkompetisi di sana.

Itu terlihat ketika Fernando Alonso kembali mengendarai Renault R25 pada gelaran Grand Prix (GP) Abu Dhabi, tahun lalu.

Mobil yang menggunakan mesin V10 dengan daya sedot alami, membuat orang-orang yang ada di paddock langsung memenuhi pit lane dan pit wall demi mengabadikan momen langka tersebut.

Alonso merasa orang-orang merindukan identitas asli mobil F1 yang menghasilkan raungan mesin besar.

“Kami semua merindukan suara dari mesin dengan daya sedot alami, bukan hanya fan, tapi juga orang-orang di paddock, termasuk pembalap!” kata Alonso usai mengendarai kembali mobil yang membawanya menjadi juara dunia itu.

“Kami merindukan ini di Formua 1, yang membuat kami jatuh cinta pada olahraga ini saat masih kecil dan membuat kami terkesan saat menyaksikannya di televisi.”

Felipe Massa, Ferrari 248 F1

Felipe Massa, Ferrari 248 F1<span class="copyright">Sutton Images</span>
Felipe Massa, Ferrari 248 F1Sutton Images

Sutton Images

Presiden FIA Jean Todt menegaskan tak akan mengembalikan kebisingan yang diciptakan oleh mesin-mesin bertenaga besar. Itu merupakan komitmen F1 untuk menjaga lingkungan.

“Membawa kembali mesin bertenaga besar dan bersuara lantang tidak akan lagi diterima di lingkungan,” ujar Todt.

“Jika kami memutuskan untuk kembali menggunakan mesin yang kami miliki 10 tahun lalu, maka ada banyak produsen mobil yang tak setuju. Tiga dari empat pabrikan akan pergi.”