Edarkan Uang Palsu, Jenderal Palsu Ditangkap

TEMPO.CO, Jakarta- UM alias Nuriyah, 46 tahun, Ibu Rumah Tangga (IRT) asal Kampung Legok Muncang, Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan Kota bogor, ditangkap petugas Reserese dan Kriminal Polsek Bogor Selatan dan Polres Bogor, karena diduga terlibat dalam peredaran uang palsu dan melakukan penipuan dengan modus bisa melakukan penggandaan uang.

Untuk melancarkan aksi kejahatanya, perempuan yang sempat menjadi residivis dua tahun penjara di Kabupaten Sukabumi ini mengaku sebagai Perwira Tinggi (Pati) Kepolisian berpangkat Inspektur Jendral. 

»Dari tangan tersangka kami menyita barang bukti satu koper uang palsu sebanyak 59847 lembar pecahan mata uang asing dan rupiah, senilai Rp. 1,2 triliun lebih,” kata Kapolres Bogor Kota Ajun Komisaris Besar Bahtiar Ujang Purnama, Selasa (30/4/2013) di Makorwil Bogor.

Dengan rincian 27 lembar uang rupiah pecahan Rp 100 ribu, 50.549 lembar Real Brazilian, 7.000 lembar Yuan Cina, 400 Real Brazilian, dan 15.300 dolar singapura.

Bahtiar mengatakan, aksi penipuan dan peredaran uang palsu dengan mata uang sejumlah negara diataranya dollar Singapura, Yuan Cina, Real Brazilian dan Rupiah ini, berdasarkan laporan dari salah seorang korban bernama Makruri, 47 tahun, warga Tanggerang. »Kami juga masih memburu suami tersangka berinisial IN, 47 tahun, dan tempat percetakan uang di wilayah Jakarta,” ujar dia. 

M SIDIK PERMANA

 

Topik terhangat:

Susno Duadji | Ustad Jefry | Caleg | Ujian Nasional

Baca juga:

Edsus Sosialita Jakarta

Susno Minta Perlindungan Komnas HAM

Wamen Denny Minta Susno Menyerah

Jaksa Waspadai Pengawalan Bersenjata Susno

Di Persembunyian, Susno Punya Pengawal

 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.