Edric Tjandra Ngaku Sempat Boros Gara-Gara Belanja Tas Perempuan

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Edric Tjandra mengungkapkan masa lalunya yang mungkin jarang diketahui oleh banyak orang. Sang presenter mengaku sempat menjalani fase hidup boros.

Kala itu, Edric mengaku sampai menghabiskan uang sejumlah ratusan juta rupiah demi bisa membeli barang-barang mewah. Namun kini, ia merasa hobinya itu hanyalah kesia-siaan belaka.

Menariknya, salah satu barang mewah yang dibeli Edric Tjandra adalah tas untuk ibu-ibu. Ia juga mengaku sering melakukan pemesanan barang yang diantar dan tiba pada hari itu juga.

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tiba Pada Hari yang Sama

Edric Tjandra (Adrian Putra/bintang.com)
Edric Tjandra (Adrian Putra/bintang.com)

"Gue tuh bisa beli semua barang yang gue mau dalam waktu hari itu juga,” Edric Tjandra, menyampaikan melalui kanal YouTube Daniel Mananta Network, Kamis (18/11/2021).

Ukuran Besar

Edric Tjandra. (Foto: Wayan Diananto)
Edric Tjandra. (Foto: Wayan Diananto)

Melanjutkan cerita masa lalunya, Edric Tjandra mengaku bahwa tas ibu-ibu yang menjadi pilihannya, rata-rata memiliki harga ratusan juta rupiah. Tak tanggung-tanggung, ia memilih tas yang berukuran besar.

"Tas ibu-ibu yang ratusan juta itu. Itu gue beli dengan ukuran yang paling gede. Ya enggak tahu, gue ingin saja," ceplosnya.

Wajib Bermerek

Edric juga tak malu-malu menceritakan betapa masa lalunya dipenuhi dengan keinginan mengoleksi tas-tas bermerek mewah.

“Dulu mungkin sebagai artis gue pengin merasakan kayak punya tas LV atau Hermes. Mungkin begitu. Akhirnya, kebablasan. Semuanya harus branded,” kenang Edric.

Bawa Uang Banyak

Sampai-sampai, ketika ia berjalan-jalan ke negara lain, Edric sampai membawa uang dalam jumlah banyak agar bisa berbelanja tas mewah.

“Nah gue kalau ke luar negeri itu harus menghabiskan ratusan juta. Entah beli apaan. Gue bisa beli, tiba-tiba, 'Ah pengin beli ini nih.' Gue beli,” terangnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel