Eduardo Almeida Blak-blakan Bicara Taktik dan Ambisi Bersama Arema FC di Liga 1 2021

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Makassar - Manajemen Arema FC sudah memilih Eduardo Almeida untuk menangani tim berjulukan Singo Edan di Liga 1 2021. Pelatih berpaspor Portugal ini dibebani target membawa Arema FC bersaing di papan atas kompetisi sekaligus mengintip peluang berkiprah di level Asia musim berikutnya.

Jelas bukan misi yang mudah buat Almeida yang pada musim 2019 gagal menyelamatkan Semen Padang dari jurang degradasi ke Liga 2.

Dalam channel Youtube Tommy Desky, Almeida yang saat ini tengah berada di negaranya mengaku tidak ada masalah dengan target yang dibebankan kepadanya.

Pria kelahiran 22 Maret 1978 ini sudah menentukan pilihan menerima tawaran dari Arema FC yang dikenal punya ambisi besar. Artinya, ia juga siap menghadapi berbagai tekanan pada kompetisi mendatang.

"Seperti Arema, saya juga adalah pelatih yang punya ambisi besar untuk meraih sukses. Sepak bola adalah permainan tim, bukan individu. Jadi, mari kita sama-sama bekerja keras untuk mendapatkan hasil terbaik buat Arema," tegas Almeida.

Almeida tidak mempermasalahkan keraguan sejumlah pihak, terutama pendukung Arema FC, terkait rekam jejak kepelatihannya yang tak sementereng pelatih asing Singo Edan sebelumnya. Sepanjang kariernya, ia hanya pernah membawa South Cina AA meraih trofi juara Divisi Satu (Liga 2) dan Piala Liga Hongkong pada musim 2007/2008. Itu pun statusnya adalah asisten pelatih.

Menurut pelatih berlisensi UEFA Pro ini, sah-sah saja kalau ada anggapan meragukan kapasitasnya.

"Itu adalah hal yang lumrah dalam sepak bola. Saya sudah 20 tahun berkiprah sebagai pelatih klub di berbagai negara. Pengalaman itu jadi modal saya untuk membawa Arema FC bersaing di Liga 1 2021," ujar Almeida yang merasakan atmosfer kompetisi di Portugal, Tanzania, Malaysia, Thailand, Laos dan Hungaria ini.

Perekrutan Pemain dan Taktik Tim

Para pemain Arema FC, Dedik Setiawan, Ahmad Alfarizi, dan Hanif Sjahbandi, saat menerima instruksi dari pelatih fisik Arema, Siswantoro, dalam sebuah sesi latihan. (Bola.com/Iwan Setiawan)
Para pemain Arema FC, Dedik Setiawan, Ahmad Alfarizi, dan Hanif Sjahbandi, saat menerima instruksi dari pelatih fisik Arema, Siswantoro, dalam sebuah sesi latihan. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Almeida juga menjawab pertanyaan terkait perekrutan pemain Arema FC untuk menghadapi persaingan di Liga 1 2021. Pelatih asal Portugal itu mengungkapkan situasi yang dihadapinya di Arema berbeda dengan ketika menangani Semen Padang, di mana saat itu ia bergabung pada putaran kedua dan Semen Padang tengah berjuang menghindari degradasi.

"Manajemen dan fans Semen Padang mengapresiasi apa yang saya kerjakan di sana. Buktinya, saya masih dipertahankan pada musim berikutnya," terang Almeida.

Bersama Arema, Almeida memulai dari awal. Itulah mengapa, ia terus berkoordinasi dengan manajemen terkait perekrutan pemain dan program tim.

"Saat ini saya belum bisa banyak bicara. Saya akan melihat situasi dan kondisi tim secara langsung sebelum membuat keputusan selanjutnya. Intinya, sebagai pelatih saya lebih suka membicarakan tim daripada individu pemain," ungkap Almeida.

Almeida mengusung ambisi selalu berusaha membawa timnya memenangkan pertandingan. Itulah mengapa, ia menegaskan terlalu dini untuk bicara taktik atau strategi yang akan diterapkan di Arema FC.

Menurutnya, taktik akan menyesuaikan dengan kondisi tim serta lawan yang akan dihadapi. "Sebagai pelatih, saya selalu melibatkan pemain untuk berdiskusi terkait perkembangan tim," ujarnya.

Kiper Asing

Teguh Amiruddin (kanan) memberikan arahan kepada kiper muda Arema, Tegar Surya saat latihan di Lapangan Ketawang, kabupaten Malang. (Bola.com/Iwan Setiawan)
Teguh Amiruddin (kanan) memberikan arahan kepada kiper muda Arema, Tegar Surya saat latihan di Lapangan Ketawang, kabupaten Malang. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Terkait rencana manajemen Arema FC mendatangkan kiper asing sebagai solusi mengatasi lini belakang tim yang rapuh, Almeida lagi-lagi enggan banyak bicara. Tapi, sebagai pelatih, ia menganut prinsip tak membedakan status pemain, baik lokal atau asing.

Baginya yang membedakan pemain dengan rekan setimnya adalah kualitas individu masing-masing. Jadi untuk mendapatkan menit bermain, setiap pemain harus menunjukkan kerja kerasnya dalam latihan.

"Hal itu yang akan saya tekankan kepada pemain. Mereka punya peluang yang sama untuk tampil bersama Arema di setiap laga. Mereka juga harus berkontribusi buat tim," tegas Almeida yang pernah menjadi pelatih Benfica U-16 ini.

Almeida juga mengungkapkan dirinya tahu Arema memiliki suporter yang fanatik dan haus kemenangan. Menurut Almeida, hal ini sangat bagus buat sebuah tim yang memiliki ambisi besar, termasuk dirinya sebagai pelatih. Itulah mengapa Almeida berharap suporter Arema tetap militan mendukung tim kesayangannya di setiap momen.

"Semua tim pasti akan mengalami momen baik dan buruk, tergantung bagaimana kita menyikapinya. Misalnya, ketika klub berada dalam situasi sulit, mari kita sama-sama mengatasinya sesuai posisi masing-masing," pungkas Almeida.

Video