Edukasi Jadi Kunci Taat Prokes Saat PPKM Dilonggarkan

·Bacaan 3 menit
Kendaraan melintas di kawasan Jakarta, Selasa (27/7/2021). Pemprov DKI Jakarta memperpanjang PPKM Darurat menjadi PPKM Level 4 hingga 2 Agustus 2021. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jabodetabek dan beberapa wilayah telah turun dari level 4 menjadi level 3.

Pertimbangan ini dilakukan pemerintah melihat angka kasus positif Covid-19 yang menurun dan faktor kesembuhan pasien di wilayah aglomerasi Jabodetabek, Bandung Raya, dan beberapa wilayah lainnya meningkat.

Pelonggaran ini sempat memunculkan kekhawatiran masyarakat terkait adanya protokol kesehatan (prokes) yang diabaikan.

Menyikapi hal ini, Dosen Sosiologi Komunikasi Universitas Satya Negara Indonesia, Risqi Inayah Dwijayanti mengungkap salah satu kunci untuk menjawab kekhawatiran tersebut. Edukasi.

"Edukasi menjadi tolak ukur masyarakat, karena masyarakat perlu terus diedukasi dengan cara perlahan hingga akhirnya sadar mengenai prokes. Merekalah yang butuh hidup kembali normal," ungkap Risqi, Senin, 25 Agustus 2021.

Edukasi kepada masyarakat bisa melalui patroli oleh petugas yang berwajib.

“Kebijakan yang tepat agar masyarakat patuh terhadap prokes, dengan mengedukasi masyarakat melalui patroli yang dilakukan oleh para petugas agar masyarakat tidak lupa. Kadang masyarakat sering lupa prokes seperti suka melepas masker dan suka berkerumun. Maka harus dilakukan patroli," ungkap Risqi Inayah saat diwawancarai Liputan6.com, Rabu, 25 Agustus 2021.

Dengan dilakukan patroli, bisa menekan angka kasus kenaikan covid. Menurutnya, Satgas Covid-19 di daerah harus tegas terhadap masyarakat agar tidak lalai prokes.

"Satgas Covid di daerah harus muncul, karena masyarakat suka lupa dan mengabaikan prokes serta masyarakat terkadang kebingungan sendiri mengenai kasus Covid apakah sudah turun atau belum," jelas Risqi.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap 3m #vaksinmelindungikitasemua

Melakukan Kampanye Prokes

Selain mengedukasi melalui patroli yang dilakukan petugas berwajib, pemerintah juga harus melakukan kampanye prokes.

"Pemerintah harus semakin gencar menyuarakan kampanyenya melalui penggunaan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak sebagai pencegahan Covid-19 secara luas," ungkap Dosen Sosiologi Komunikasi Universitas Satya Negara Indonesia ini.

Menurutnya, pemerintah memiliki peranan penting untuk mencegah transmisi virus Covid-19 untuk menjangkau wilayah-wilayah yang sudah menjadi zona merah. Meskipun suatu wilayah sudah menjadi zona hijau, pemerintah dinilai harus tetap memperhatikan wilayah tersebut dengan bantuan satgas yang lebih diperketat lagi.

Hal tersebut harus diperhatikan pemerintah agar zona hijau tidak menjadi daerah zona merah dan tidak akan terus berulang. Yang tadinya sudah zona hijau kembali ke zona merah dan sebaliknya.

Lanjut Risqi, sanksi tegas petugas agar masyarakat tidak mengabaikan peraturan yang berlaku juga perlu dilakukan. Jika tidak dikenakan sanksi yang tegas tidak akan berakhir masa PPKM.

"Pemerintah harus disiplin memberikan sanksi yang tegas, berdasarkan sanksi yang sudah diatur oleh pemerintah. Seperti teguran secara lisan, secara tertulis, denda admnistratif atau penutupan usaha (bagi yang melanggar aturan pelonggaran PPKM)," jelasnya.

Peranan petugas disini sangat penting dan harus berkoordinasi dengan masyarakat dan media pemberitaan agar bisa menekankan kasus Covid-19 tidak melonjak. Pemerintah sudah memberikan pelonggaran terhadap PPKM, kini tergantung dari masyarakat mau menjalankannya untuk dirinya sendiri atau keluarganya agar menjadi Indonesia yang sehat kembali.

Berita di Media Sudah Efektif untuk Masyarakat

Lebih lanjut Risqi mengatakan bahwa interaksi yang dilakukan media saat ini untuk di terima masyarakat dinilai sudah efektif. Meski awalnya, masyarakat cenderung bosan karena disajikan pemberitaan terkait Covid-19.

"Pada awalnya banyak media yang mengembor-gemborkan tentang Covid. Masyarakat yang belum mendapatkan edukasi merasa bosan. Seiring waktu berjalan Covid tidak digembor-gemborkan pada akhirnya masyarakat sudah memahami dan sudah mengikuti serta menjalani langkah yang diberikan pemerintah," Kata Risqi Inayah.

"Pemerintah sudah memberikan langkah yang tepat dengan cara memberi pemberitaan setiap minggu, jadi yang tidak langsung lockdown," tambahnya.

Berita yang tidak berlebihan, kata Risqi, membuat masyarakat tersadar dan memahami sendiri terkait apa yang harus dia lakukan untuk menghindari Covid-19.

"Masyarakat itu sendiri memahami dengan adanya pemberitaan yang nggak terlalu berlebihan. Dan akhirnya masyarakat menyadari perlu hidup dan kembalikan perekonomian yang sudah terpuruk hampir 2 tahun. Pada akhirnya mereka mengikuti kebijakan pemerintah dengan berjualan dan mematuhi prokes," jelasnya.

Lesty Subamin

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel