Edukasi Perubahan Perilaku Satgas COVID-19

Syahdan Nurdin, Meliani
·Bacaan 2 menit

VIVA – Coronavirus Disease 19 atau Covid-19 merupakan wabah tidak terduga yang menyerang hampir seluruh negara di dunia. Butuh waktu lama hingga para ahli menemukan vaksin seperti saat ini.

Sebelumnya, seluruh bentuk kegiatan mulai dari pendidikan, pekerjaan, hingga kehidupan sosial yang dibatasi demi memutus rantai penyebaran wabah tersebut.

Hingga saat ini pemerintah terus melakukan peningkatan kesadaran kepada masyarakat untuk menjalankan 3M (Mencuci Tangan, Memakai Masker, Menjaga Jarak).

Program edukasi selama pandemi juga dilakukan oleh Satgas Covid-19 yang bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dengan tujuan untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat.

Usep Suhendar sebagai salah satu dosen di Universitas Pakuan Bogor ikut serta di dalamnya. Lebih lanjut, Alumni Bakrie Graduate Fellowship 2014 tersebut menjelaskan bahwa dalam menjalankan program kerjasama, terbentuk 79 lingkup kerja dan Bogor dikategorikan dalam lingkup kerja ke-75.

Universitas Pakuan berkesempatan untuk bergabung dengan 4 universitas lain di antaranya UIKA, UNB, UNIDA, dan IBI Kesatuan.

Foto Usep Dengan Harris Iskandar (Dok. Pribadi Usep)
Foto Usep Dengan Harris Iskandar (Dok. Pribadi Usep)

Foto Usep Dengan Harris Iskandar (Dok. Pribadi Usep)

“Dalam program tersebut sebenarnya dilakukan dengan kebijakan masing-masing kampus, namun dari pihak kami lebih memilih untuk melakukannya bersama-sama. Kegiatannya seputar webinar, pembagian masker di sekitar kampus, Pasar Anyar, Tugu Kijang, dan juga edukasi terkait dengan 3M sesuai anjuran pemerintah. Kemudian, kami juga melakukan gerakan melalui media sosial seperti poster-poster dari bulan Oktober hingga Desember. Kalau secara mandiri, Universitas Pakuan juga melakukan edukasi terkait Covid-19 untuk kalangan anak-anak SD,” ujar Usep Suhendar

Dengan latar belakang farmasi yang ia miliki, Usep bersama tim sempat membuat handsanitizer untuk dibagikan kepada pihak internal kampus. Tidak hanya itu, Usep juga tergabung dalam Komunitas Kongkrit yang telah didirikan dari tahun 2014. Komunitas tersebut bergerak di bidang kemanusiaan dengan fokus pembagian makan siang bagi para pekerja TPU Dramaga dan penggalangan bantuan untuk bencana.

Terkait dengan Komunitas Kongkrit, awalnya Usep dan tim membentuk sebuah gerakan di mana seluruh niat baik dapat dijalankan. Baginya, memberikan apresiasi terhadap orang-orang yang telah bekerja di sekitar kita seperti petugas kebersihan, satpam, dan pekerjaan lainnya merupakan suatu hal yang sangat penting.