Edy Rahmayadi Cerita Transisi dari Militer ke Gubernur: Seperti Pindah ke Planet Lain

Merdeka.com - Merdeka.com - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengungkapkan pengalaman hidupnya yang bertransisi dari institusi militer ke pemerintahan. Memasuki tahun keempat menjadi gubernur, mantan Ketua Umum PSSI itu terkadang masih belum bisa menyesuaikan dengan jabatannya sebagai kepala daerah.

"Saya seperti pindah ke planet lain ini serba kebingungan. Waktu satu tahun saya akan menyesuaikan ini. Dua tahun ingin menyesuaikan. Tiga tahun ingin menyesuaikan ini dan empat tahun tidak sesuai-sesuai juga," kata Edy dalam acara pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Asesor Profesional Indonesia (IASPRO) Sumut periode 2021-2026, di Rumah Dinas Gubernur, Kota Medan, Senin (25/7).

Edy membandingkan bahwa tes untuk masuk ke institusi militer lebih ketat daripada di pemerintahan. Menurut dia, tes yang ketat akan meningkatkan kinerja dan kemampuan.

"Dia harus dites. Terlambat mengangkat senjata, dia mati. Pegangan senjata harus ditembak hitungan detik. Itu kemampuan level dalam organisasi," ungkap dia.

Kerap Ikut Pelbagai Tes saat Militer

Saat masih menjadi anggota aktif TNI Angkatan Darat, Edy mengaku kerap mengikuti pelbagai tes mulai dari kinerja, fisik, dan kepribadian.

"Kebetulan saya perwira. Setiap 6 bulan sekali dites di bidang saya. Saya komandan peleton (danton). Saya tes tentang danton dites fisik, kepribadian, mental, dan intelektual," ucap dia.

Untuk itu, kata Edy, peningkatan kualitas kinerja mulai dari kepala dinas, asisten, dan staf diperlukan dalam jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut. IASPRO diharapkan mampu bekerja sama dengan Pemprov Sumut untuk melakukan penilaian atau tes kinerja terhadap seluruh jajaran di bawah kepemimpinan Edy.

"Saya apresiasi ini. Saya akan sering panggil Anda supaya kita bisa berbagi (pemikiran)," pungkasnya. [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel