Edy Rahmayadi Kecam Penjagalan Kucing di Medan

Syahrul Ansyari, Putra Nasution (Medan)
·Bacaan 2 menit

VIVA - Kasus jagal kucing di Kota Medan, ternyata menjadi perhatian Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi. Ia mengecam perbuatan membunuh hewan peliharaan dengan sadis tersebut dan meminta kepolisian untuk mengusut tuntas pelakunya itu.

"Pasti tak baiklah ya, apalagi saya pecinta binatang. Kucing saya banyak kali, pasti orang itu tidak benar," kata Edy kepada wartawan di rumah dinas gubernur di Kota Medan, Jumat 29 Januari 2021.

Mantan pangkostrad itu mempertanyakan kucing dan dagingnya diambil untuk apa. Bila untuk dimakan, kucing bukan untuk konsumsi manusia. Tapi, untuk dipelihara bagi orang di rumah.

"Kucing bukan konsumsi orang, kucing itu adalah binatang peliharaan, tidak boleh. Sudah pasti tidak boleh," ujar mantan pangdam I Bukit Barisan itu.

Baca juga: Viral Cerita Sadis Jagal Kucing di Medan: Dipotong Dimasukkan Karung

Mantan ketua umum PSSI itu, mengatakan, untuk memberi efek jera dan tidak terjadi hal serupa kemudian hari, pihak kepolisian agar segera meringkus pelaku penjagal kucing yang sadis itu.

"Walaupun saya belum tahu aturan hukumnya bagaimana. Tapi, estetika etika itu sangat buruk. Masih banyak yang bisa kita makan yang lainnya," tutur Edy.

Kisah kucing dijagal itu, dibagi cerita di akun Instagram @soniarizkikarai, pada Rabu, 27 Januari 2021 melalui postingannya, Sonia kehilangan kucingnya bernama Tayo. Kemudian, dia bersama dengan temannya, Wulan, mencari kucing tersebut.

Sonia menerima informasi kucingnya dimasukkan ke dalam karung goni oleh seseorang di Jalan Tangguk Bongkar 7 Medan, Mandala, Medan Denai, Kota Medan. Setelah bertanya-tanya kepada warga sekitar, akhirnya dia berhasil menemukan rumah orang yang mengambil kucingnya.

Setelah tiba di lokasi yang dimaksud, Sonia dan Wulan menemukan sebuah karung goni. Tanpa pikir panjang Wulan lalu membukanya.

"Setelah membukanya kami melihat banyak kepala kucing, bahkan kucing yang sedang hamil juga ada dan setelah itu saya lemas," tulis Sonia.

Setelah melihat karung itu, Wulan mengatakan ada kepala yang mirip dengan Tayo. "Lalu Bu Wulan bilang, Nia ini ada kepala Tayo. Saya pun tak sanggup lagi berdiri dan menangis sejadi-jadinya," ujar Sonia.

Postingan Sonia sontak viral di Instagram dan menjadi perhatian netizen. Atas hal itu, Polsek Medan Area menerjunkan anggotanya dengan melakukan pengecekan TKP dan menemukan karung goni berisikan kepala kucing dan organ tubuh kucing. Kemudian, diamankan dan dibawa ke Mako Polsek Medan Area.