Edy Rahmayadi Klaim Penanganan COVID-19 di Sumut Masih Terkendali

·Bacaan 2 menit

VIVA – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengklaim penanganan kasus COVID-19 di daerah yang dipimpinnya masih bisa terkendali dengan baik. Dia bilang koordinasi antar kepala daerah bupati dan wali kota terus dilakukan dalam menekan penyebaran virus berbahaya ini.

"Saya informasi kan khususnya Sumatera Utara, dia (COVID-19) kondisinya bisa terkendali," ujar Edy di rumah dinas Gubernur Sumut di Kota Medan, Kamis, 8 Juli 2021.

Sementara, bed occupancy rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan yang menangani pasien COVID-19 di rumah sakit di Sumut masih tersedia dengan jumlah besar.

"Nilai BOR kira masih di angka 41. Untuk isolasi bahkan sudah 39, inilah Sumatera Utara," ujar mantan Ketua Umum PSSI itu.

Untuk upaya menurunkan jumlah kasus COVID-19, Edy juga melakukan rapat koordinasi dengan Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution. Rapat ini karena daerah tinggi penyebaran COVID-19 di Sumut, yakni Kota Medan dan Kota Sibolga.

"Tadi Medan saya cek, komunikasi dengan Pak Wali Kota. Karena tadi pagi saya dengar 47 BOR. Rupanya sudah dianulir tidak 47, tapi di posisi 41. Kita pertahankan, bahkan harus turun," kata Edy.

Edy, mengatakan segala upaya dilakukan Pemprov Sumut dan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk menekan penyebaran COVID-19 di Sumut. Salah satu upaya itu dengan menerapkan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"PPKM itu salah satu sudut pandangnya dari situ dia. Dari BOR dan jumlah meninggal dalam satu minggu. Itu dihitung sehingga menjadi kan dia level, level 4 misalnya," jelas Edy.

"Setelah saya pelajari juga, kota Medan ini sebenarnya tidak di level 4, harusnya di level 3. Sibolga juga dikatakan level 4. Tapi, setelah kita pelajari jumlah rumah sakit, yang ada di situ 80 room terpakai 44 room, berarti posisinya juga tidak pada level 4," lanjut Edy.

Edy mengungkapkan setiap tindakan pelaksanaan dalam menekan penyebaran COVID-19, terus dilakukan evaluasi bersama dengan pihak terkait.

"Ini sedang kita pelajari, kita evaluasi. Kenapa itu harus saya sampaikan, karena tindakan pada level 4, 3,2 1 itu beda. Pemberlakuan kerja di kantor juga beda. Untuk itu nanti harus kita pastikan di 2 tempat tadi itu, Sibolga dan Medan," tutur Edy.

Pun, Edy menambahkan meski Sumut ada PPKM, masyarakat masih diizinkan tetap beribadah di mesjid maupun di gereja serta tempat ibadah lainnya. Namun, tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

"Ada tulisan saya di bawah, diatur oleh bupati dan wali kota setempat yang pasti tahu wilayahnya. Yang pastinya adalah, orang-orang yang melakukan ibadah tetap melakukan prosedur prokes secara ketat," ujar Edy.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel