Efek Corona, Muncul Ide Pembatasan Gaji Pemain di Eropa

Zaky Al-Yamani

VIVA – Legenda Jerman, Oliver Bierhoff telah melemparkan dukungannya terkait gagasan untuk melakukan batasan gaji pemain sepakbola. Ini imbas dari Pandemi Corona COVID-19 yang membuat banyak klub krisis keuangan. 

Mantan penyerang Timnas Jerman itu memperingatkan bahwa sudah tiba saatnya untuk era baru yang membuat di mana para pesepakbola papan atas di liga-liga top Eropa mendapatkan kontrak besar sebagai hal yang biasa.

Baca: Liga 1 Mau Lanjut di Masa Pandemi Corona? Pahami Dulu Syarat dari FIFA

Sejak Pandemi Corona COVID-19 yang memaksa nyaris seluruh kompetisi sepakbola ditangguhkan sejak Maret 2020 lalu, klub-klub dan liga telah mewaspadai dampak besar atas penangguhan kompetisi ini.

Meskipun sudah banyak liga yang akan memulai kembali kompetisi, namun efek Corona masih membekas di klub-klub Eropa. Pasalnya, pertandingan akan digelar tanpa penonton yang berarti tidak ada pendapatan dari tiket.

Bierhoff berbicara tentang "massa biasa-biasa saja" di dalam liga, dan mengatakan rata-rata pesepakbola seperti itu harus menerima bahwa mereka tidak berhak atas gaji yang spektakuler.

"Sudah tiba saatnya untuk setidaknya mendiskusikannya. Terutama dari klub-klub besar di Spanyol, Inggris, dan Prancis," kata Bierhoff kepada t-online.de, seperti dilansir Soccerway, Selasa 2 Juni 2020.

Bierhoff yang saat ini menjabat sebagai direktur Asosiasi Sepakbola Jerman (DFB) itu mengatakan, mendukung batasan gaji yang "layak secara hukum". Dan hal ini harus dipikirkan bersama di seluruh Eropa".

Seperti diketahui, dalam satu dekade terakhir, klub-klub Eropa jor-joran dalam menggaji pemain. Namun dalam kondisi sulit seperti ini, klub-klub mulai kesulitan menunaikan kewajiban mereka.

Baca: Update Kelanjutan 5 Liga Top Eropa di Tengah Pandemi Virus Corona