Efek dari Sedot Lemak Bisa Mengganggu Kesehatan Reproduksi Perempuan

·Bacaan 1 menit

Fimela.com, Jakarta Sedot lemak diperkenalkan ke Amerika sekitar tahun 1982. Sejak dulu aspek kosmetik dari sedot lemak menjadi yang utama sementara dampak kesehatan sistemiknya terabaikan.

citywatchla.com menuliskan sedot lemak sekarang lazim jadi bagian dari tindakan breast reductions, rekonstruksi payudara setelah kanker, pengambulan stem cell, abdominoplasty, transfer lemak, dan banyak lagi, yang membuat pasien memiliki lebih sedikit sel lemak dari sebelumnya. Meski ahli plastik mengatakan hal itu aman namun laporan pasien dan penelitian pada manusia dan hewan mengarah pada kesimpulan yang berbeda.

TERKAIT: Lipolaser, Sedot Lemak Berteknologi Canggih dan Minim Pendarahan

TERKAIT: Pengalaman Menjalani Liposuction, Ternyata Nggak Menakutkan Seperti yang Banyak Beredar

TERKAIT: Liposuction, Cara Melangsingkan Perut Aman dan Efektif?

Seperti efek dari sedot lemak di area payudara, pinggul, dan bokong akan mengubah susunan hormonal perempuan. Sebab hormon estrogen yang mengatur sistem reproduksi perempuan, kesuburan, dan suasana hati tersimpan di sana.

Efek Samping yang Kerap Diabaikan

ilustrasi kesehatan vagina/copyright Shutterstock
ilustrasi kesehatan vagina/copyright Shutterstock

Hal itu dapat menyebabkan menopause, infertilitas, dan masalah kesehatan hormonal lainnya. Efek samping yang selama ini kerap diabaikan.

Pola khas sedot lemak lainnya yang sering jadi target para perempuan adalah di pinggul dan paha di mana sebagai pelindung terhadap risiko penyakit kardiovaskular. Menyedot sebagian dari sel-sel ini akan meningkatkan lemak visceral dan risiko CVD.

#Elevate Women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel