Efek Pandemi, Bromo Catatkan Penurunan Kunjungan Wisatawan Terdrastis

·Bacaan 2 menit

VIVA – Efek pandemi COVID-19 membuat kunjungan wisatawan ke Gunung Bromo menurun drastis. Bahkan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) selaku otoritas pariwisata di kawasan ini, mencatat jumlah kunjungan paling rendah dalam satu dekade terakhir.

Pada 2020 ada sebanyak 196.268 wisatawan yang berkunjung ke Gunung Bromo. Terdiri dari 193.733 wisatawan lokal dan 2.658 wisatawan mancanegara.

Sebelumnya, pada 2019 ada sebanyak 721.082 wisatawan ke Gunung Bromo, 699.021 wisatawan lokal dan 22.061 wisatawan mancanegara. Lalu di tahun 2018 ada sebanyak 825.206 wisatawan ke Gunung Bromo, terdiri dari 800.130 wisatawan lokal dan 25.076 wisatawan mancanegara.

"Meski begitu efek pandemi COVID-19 ini juga berdampak positif terhadap ekologi. Seperti rumput-rumput di kawasan TNBTS sekarang sudah mulai tumbuh. Juga satwa-satwa juga lebih bebas," kata Plt Kepala BB TNBTS, Novita Kusuma Wardhani, Sabtu, 5 Juni 2021.

Dia menambahkan, "Bromo selama ini dikenal dengan konsep wisata. Tapi ini juga merupakan kawasan konservasi. Kawasan konservasi ini dijaga adalah untuk menjaga dari perubahan iklim."

Novita mengatakan, selama ini Balai Besar TNBTS menyumbang Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) melalui penjualan tiket masuk kawasan ini. Dengan penurunan jumlah wisatawan praktis jumlah yang disetorkan ke negara juga terjun bebas.

Seperti pada tahun 2020 jumlah PNBP yang disetorkan ke negara hanya Rp6,41 miliar. Sedangkan pada periode 2019 yakni sebesar Rp22,8 miliar lebih. Sebelumnya, pada periode 2018 sebesar Rp26,1 miliar lebih.

"Seratus persen pendapatan tersebut kami setor ke kas negara. Jadi tidak ada yang digunakan oleh BB TNBTS. Karena kami sudah ada jatah anggaran sendiri dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Bahkan angaran kami lebih kecil ketimbang PNPB yang kami setorkan," ujar Novita.

Selain itu, Novita mengungkapkam, paling penting saat ini memberikan edukasi dan menyadarkan calon pengunjung bahwa berwisata alam itu tidak sekadar menikmati alam. Tetapi lebih kepada nilai dan pengalaman lebih ketika ke tempat konservasi.

"Sehingga kalau masal (kunjungan) bagaimana bisa menikmati lebih ketika berwisata di alam. Dengan batasan-batasan itu justru akan menambah nilai ekslusif pengalaman yang didapat," ujar Novita.

Dia menambahkan, "Salah satunya nanti guide (pemandu) yang bertugas harus memberikan edukasi, paham tentang Taman Nasional sehingga ketika mengajak turis bisa menjelaskan tidak hanya sekadar keindahan kawasan tetapi bagaimana manfaat dan fungsinya untuk masyarakat dan lingkungan sekitarnya."

Saat ini, untuk masuk ke Taman Nasional Bromo Tengger Semeru semua wisatawan wajib melakukan booking ticket online. Pembelian karcis masuk hanya dilakukan secara online melalui situs https://bookingbromo.bromotenggersemeru.org sesuai ketersediaan kuota.