Efek Samping Vaksin Merah Putih: Demam, Nyeri Otot dan Sakit Kepala

Merdeka.com - Merdeka.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi mengeluarkan izin penggunaan darurat vaksin produksi dalam negeri bernama Inavac atau sebelumnya dikenal Merah Putih. Vaksin ini menimbulkan efek samping yang setara dengan vaksin CoronaVac.

"Aspek keamanan adalah dapat ditoleransi dengan baik. Secara keseluruhan, efek samping dari vaksin Inavac dilaporkan memiliki derajat ringan-sedang, dan sebanding dengan CoronaVac," kata Kepala BPOM Penny Lukito di kantor BPOM RI, Jakarta, Jumat (4/11).

Penny menjelaskan, efek samping vaksin Inavac yakni nyeri lokal, demam, nyeri otot dan sakit kepala. Efek itu sebanding dengan vaksin CoronaVac.

"Secara keseluruhan efek samping dilaporkan memiliki derajat ringan hingga sedang, relatif sebanding dengan CoronaVac dengan efek samping yang paling sering terjadi berupa nyeri lokal, demam, nyeri otot, sakit kepala," tutur dia.

BPOM Belum Terima Laporan Kematian Akibat Vaksin Merah Putih

Penny melanjutkan, sejauh ini tidak ada kematian dilaporkan akibat vaksin tersebut. Menurutnya, vaksin Inavac ini menunjukkan efikasi dan imunogenisitas yang terpantau baik.

Dia melanjutkan, vaksin ini diberikan untuk masyarakat berusia 18 tahun ke atas, sebanyak 2 dosis untuk vaksinasi primer.

"Vaksin ini menstimulasi imunitas tubuh terhadap Sars-COV-2 pada orang berusia 18 tahun ke atas. Sebagai dosis primer dua dosis suntikan dan interval (selama) 28 hari," tandas Penny. [gil]