Efek Samping Vaksinasi COVID-19 pada Anak, Jauh Lebih Ringan?

·Bacaan 2 menit

VIVA – Pemerintah diketahui telah mulai melakukan program vaksinasi pada anak-anak usia 12-17 tahun di Indonesia. Pemberian vaksin ini diketahui mulai serentak digelar pada awal Juli 2021 ini bertujuan untuk menekan penularan COVID-19 pada kelompok usia anak-anak dan meminimalisasi terjadinya gejala yang serius.

Terlebih lagi, kondisi pandemi di Indonesia yang kembali memburuk, perlindungan ekstra melalui vaksinasi sangat diperlukan. Namun tidak sedikit dari orang tua yang masih ragu memberikan vaksin kepada anak mereka seiring dengan pemberitaan mengenai efek vaksin yang telah diberikan kepada orang dewasa beberapa waktu lalu.

Lantas amankah pemberian vaksin pada anak? Apa efek samping dari pemberian vaksin pada anak-anak? Terkait hal itu, dokter spesialis anak, dr. Citra Cesilia, Sp.A angkat bicara. Dia menyebut bahwa efek dari vaksinasi COVID-19 pada anak sangat ringan.

"Efek samping yang muncul sangat ringan dan tidak semua terjadi pada anak," kata Citra dalam acara VIVA Talk Jangan Takut Beri Vaksin untuk Anak, Rabu 14 Juli 2021.

Citra melanjutkan, efek samping pemberian vaksin COVID-19 pada anak bahkan lebih ringan dibandingkan pemberian vaksin DPT pada anak balita. Misalnya saja kasus Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) demam pasca pemberian vaksin DPT jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pemberian vaksin COVID-19.

"Bisa kita bandikan ketika kita berikan vaksin DTP risiko untuk demam sampai 80 persen, sedangkan pada vaksin COVID-19 inactivated ini risiko demam 15-16 persen, artinya lebih sedikit kemungkinan demam jika dibandingkan ketika diberi vaksin DTP," kata Citra.

Selain demam, Citra menjelaskan bahwa reaksi lain pasca pemberian vaksin COVID-19 pada anak adalah nyeri bengkak di area suntikan.

"Itu biasa, tapi tidak ada satupun laporan kipi serius mengenai vaksin ini. Jadi sampai saat ini belum ada laporan kipi serius. jadi itu tidak jadi halangan orang tua untuk bawa anak untuk vaksinasi," ujar Citra.

Citra juga mengingatkan orang tua bahwa vaksin sendiri merupakan produk buatan manusia. Sehingga tidak ada vaksin yang 100 persen sempurna.

"Tapi harus kita sadari ini vaksin buatan manusia, namanya buatan manusia ya engga ada yg sempurna kalau mau cari kesempurnaan jelas tidak ada. Vaksinasi pasti ada kipi, tapi 1 dari sekian juta dosis itu bukan berarti vaksin tidak diberikan," tutur Citra.

Untuk diketahui, vaksin COVID-19 untuk anak menggunakan jenis vaksin Sinovac. BPOM merekomendasikan menerima usulan penggunaan vaksin Sinovac dosis 600 SU/0,5 ml untuk anak usia 12-17 tahun.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel