Efek Sihir Erik ten Hag! 6 Pemain MU Ini Berkembang Pesat Musim Ini: Rashford Bangkit, McTominay bak Monster

Bola.com, Jakarta - Manchester United (MU) memasuki era baru bersama Erik ten Hag. Manajer asal Belanda itu berhasil melakukan banyak perubahan di awal musim 2022/2023.

Erik ten Hag bukan hanya mengubah MU secara tim. Dia juga membuat beberapa pemain bangkit dan berkembang pesat.

Manchester United memenangkan empat laga terakhirnya di Liga Inggris 2022/2023. Hasil tersebut diraih setelah pasukan Erik ten Hag terpuruk pada dua laga awal dengan kekalahan dari Brighton dan Brentford.

Setan Merah menang ketika berjumpa lawan-lawan sulit. MU menang atas dua rival berat yakni Liverpool dan Arsenal. Lalu, mereka juga menang melawan klub kuda hitam seperti Southampton dan Leicester City.

Pada empat laga terakhir MU mencetak tujuh gol dan hanya kebobolan dua kali. Performa United meningkat pada level kolektif maupun individu. Lantas

 

1. Raphael Varane

Pemain Manchester United Raphael Varane (kiri) dan pemain Diogo Dalot merayakan kemenangan atas Arsenal pada akhir pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris di Stadion Old Trafford, Manchester, Inggris, 4 September 2022. Manchester United menang atas Arsenal dengan skor 3-1. (AP Photo/Dave Thompson)
Pemain Manchester United Raphael Varane (kiri) dan pemain Diogo Dalot merayakan kemenangan atas Arsenal pada akhir pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris di Stadion Old Trafford, Manchester, Inggris, 4 September 2022. Manchester United menang atas Arsenal dengan skor 3-1. (AP Photo/Dave Thompson)

Varane datang ke Manchester United dengan status superstar. Varane punya empat trofi Liga Champions dan satu Piala Dunia. Musim lalu, tak ada pemain United yang mampu menyamai level Varane.

Hanya saja, musim pertama Varane tidak berjalan dengan mulus. Varane acap kali cedera dan performanya angin-anginan. Varane tidak memberi dampak signifikan di lini belakang.

Di tangan Ten Hag, Varane kembali pada level terbaiknya. Varane menjadi bek sentral yang sangat kukuh. Duet Varane dan Lisandro Martinez menjadi kunci dari empat kemenangan beruntun Setan Merah.

 

2. Marcus Rashford

Penyerang Manchester United, Marcus Rashford, menjebol gawang Arsenal kawalan Aaron Ramsdale pada laga pekan keenam Premier League 2022/2023 di Old Trafford, Minggu (4/9/2022) malam WIB. (AP Photo/Dave Thompson)
Penyerang Manchester United, Marcus Rashford, menjebol gawang Arsenal kawalan Aaron Ramsdale pada laga pekan keenam Premier League 2022/2023 di Old Trafford, Minggu (4/9/2022) malam WIB. (AP Photo/Dave Thompson)

Rashford seperti mendapat berkah dari kedatangan Erik ten Hag. Performanya meningkat drastis jika dibanding musim 2021/2022.

Musim lalu, Rashford memang punya masalah dengan kebugaran. Performanya jauh dari kata konsisten. Rashford sangat jarang bermain selama 90 menit. Jika tidak diganti, maka Rashford menjadi pemain pengganti.

Ten Hag lantas mengubah nasib Rashford. Awalnya, Rashford dimainkan sebagai winger. Lalu, Martial cedera. Rashford dipilih sebagai penyerang tengah, mengungguli Ronaldo. Sejauh ini, dia sudah membuat tiga gol dan dua assist dari enam laga.

 

3. Jadon Sancho

Pemain Manchester United Jadon Sancho (tengah) mengontrol bola di depan pemain Arsenal Ben White (kanan) dan Bukayo Saka pada pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris di Stadion Old Trafford, Manchester, Inggris, 4 September 2022. Manchester United menang atas Arsenal dengan skor 3-1. (AP Photo/Dave Thompson)
Pemain Manchester United Jadon Sancho (tengah) mengontrol bola di depan pemain Arsenal Ben White (kanan) dan Bukayo Saka pada pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris di Stadion Old Trafford, Manchester, Inggris, 4 September 2022. Manchester United menang atas Arsenal dengan skor 3-1. (AP Photo/Dave Thompson)

Sancho menjadi pesakitan pada musim 2021/2022. Dia dibeli dengan harga 85 juta euro. Sancho datang dengan reputasi mentereng bersama Dortmund di pentas Bundesliga.

Namun, Sancho justru kesulitan mendapat level terbaiknya. Sancho hanya mencetak tiga gol dari 29 laga Premier League yang dimainkan musim lalu. Sancho harus menerima banyak kritik.

Ten Hag mengubah nasib Sancho. Pemain berusia 22 tahun itu seperti mendapatkan sentuhan terbaiknya awal musim ini. Dua gol dicetak Sancho hanya dari enam laga di Premier League, hanya terpaut satu gol dari catatannya musim lalu.

 

 

4. Scott McTominay

Scott McTominay menjadi salah satu pemain yang tampil melempem saat menghadapi Brighton & Hove Albion. Pemain bernomor punggung 39 itu kalah bersaing di lini tengah sehingga gagal memutus serangan yang dilancarkan tim berjuluk The Seagulls. (AP/Dave Thompson)
Scott McTominay menjadi salah satu pemain yang tampil melempem saat menghadapi Brighton & Hove Albion. Pemain bernomor punggung 39 itu kalah bersaing di lini tengah sehingga gagal memutus serangan yang dilancarkan tim berjuluk The Seagulls. (AP/Dave Thompson)

McTominay, bersama Fred tentunya, telah menjadi duet andalan MU pada era Solskjaer dan Rangnick. Erik ten Hag sempat menjajal duet ini pada awal kedatangannya.

Ten Hag kemudian mengubah komposisi. McTominay diduetkan dengan Eriksen dan Fred duduk di bangku cadangan. Lalu, Casemiro didatangkan dengan maksud menggusur McTominay. Akan tetapi, skenario Ten Hag belum bisa berjalan.

McTominay tampil sangat bagus sejak MU menang atas Liverpool pada pekan ke-3 Premier League. McTominay menjadi monster di lini tengah. Dia sangat kuat dan akhirnya terus menjadi pilihan utama.

 

5. Bruno Fernandes

<p>Gelandang Manchester United, Bruno Fernandes, turut merayakan kemenangan 3-1 atas Arsenal laga pekan keenam Premier League 2022/2023 di Old Trafford, Minggu (4/9/2022) malam WIB. (AFP/Oli Scarff)</p>

Gelandang Manchester United, Bruno Fernandes, turut merayakan kemenangan 3-1 atas Arsenal laga pekan keenam Premier League 2022/2023 di Old Trafford, Minggu (4/9/2022) malam WIB. (AFP/Oli Scarff)

Sejak kedatangannya pada Januari 2020, Fernandes menjadi pemain penting di United. Namun, perannya sedikit menurun pada paruh kedua musim 2021/2022. Fernandes berada dalam situasi yang sangat sulit.

Namun, Fernandes kembali berada dalam kondisi terbaiknya bersama Erik ten Hag. Keputusan Ten Hag memainkan Eriksen punya andil pada kembalinya sentuhan terbaik pemain asal Portugal tersebut.

Pada musim 2022/2023, Ten Hag juga memberi kepercayaan kepada Fernandes untuk menjadi kapten. Ketika Harry Maguire duduk di bangku cadangan, maka Fernandes akan menjadi kapten dan tugas itu dilakukan dengan baik.

 

6. Diogo Dalot

Diogo Dalot. Bek kanan Portugal berusia 22 tahun ini dilepas Porto ke Manchester United di awal musim 2018/2019 dengan mahar 19 juta pound. Hingga musim ke-4, ia telah tampil 51 laga di semua ajang dengan torehan 1 gol dan 3 assist dan sempat dipinjamkan ke AC Milan pada 2020/2021. (AFP/Paul Ellis)
Diogo Dalot. Bek kanan Portugal berusia 22 tahun ini dilepas Porto ke Manchester United di awal musim 2018/2019 dengan mahar 19 juta pound. Hingga musim ke-4, ia telah tampil 51 laga di semua ajang dengan torehan 1 gol dan 3 assist dan sempat dipinjamkan ke AC Milan pada 2020/2021. (AFP/Paul Ellis)

Dalot sempat tersingkir dari rencana utama MU. Pada musim 2020/2021, dia dilepas ke AC Milan dengan status pinjaman. Musim berikutnya, Dalot juga bukan pemain yang bermain secara reguler dan konsisten.

Dalot menjadi pemain yang penting pada era Erik ten Hag. Dari enam laga Premier League yang sudah dimainkan United, Dalot selalu menjadi pilihan utama. Bahkan, Dalot hanya sekali diganti.

Dalot punya kontribusi menyerang yang bagus. Dia sudah membuat satu assist untuk United. Namun, pemain berusia 23 tahun itu perlu lebih konsisten untuk tugas bertahan.

 

7. Berdamai dengan David de Gea

<p>Penjaga gawang Manchester United David de Gea saat pertandingan Liga Inggris antara Leicester City dan MU di King Power Stadium, Jumat (2/9/2022) dini hari WIB. (AP Photo/Rui Vieira)</p>

Penjaga gawang Manchester United David de Gea saat pertandingan Liga Inggris antara Leicester City dan MU di King Power Stadium, Jumat (2/9/2022) dini hari WIB. (AP Photo/Rui Vieira)

Salah satu kelemahan David de Gea adalah distribusi bola yang buruk. De Gea punya kaki yang cekatan untuk menghalau tendangan lawan, akan tetapi tidak untuk melepas umpan.

Ten Hag sempat mencoba mengubahnya. De Gea dicoba untuk lebih terlibat dalam penguasaan bola pada sesi pramusim dan dua laga awal. Namun, rencana ini tak berjalan dengan baik.

Pada akhirnya, Ten Hag berdamai dengan kelebihan dan kekurangan De Gea. Pada empat laga terakhir, De Gea bermain lebih simpel saat menguasai bola. Dia tidak mendapat beban ikut build-up dan kesalahan yang dilakukan berkurang.

Sumber: berbagai sumber

Disadur dari: Bola.net (Penulis Asad Arifin, published 5/9/2022)

Selama tiga tahun ke depan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group menjadi pemegang hak siar English Premier League (EPL). Kompetisi bergengsi ini akan ditayangkan secara gratis di stasiun televisi SCTV dan bisa dinikmati secara live streaming dengan berlangganan di Vidio. Sobat Bola.com mau tahu detailnya? Klik tautan ini.

Intip Posisi Tim Favoritmu