Efektif Hingga 95 Persen, Apa Kandungan Vaksin COVID-19 Pfizer?

Tasya Paramitha, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 2 menit

VIVAVaksin Pfizer telah mengumumkan bahwa khasiatnya efektif melindungi tubuh dari virus corona atau COVID-19 hingga 95 persen. Bahkan, Inggris menjadi negara pertama yang memesan puluhan juta dosis untuk masyarakatnya. Namun, apa isi atau kandungan dari vaksin tersebut?

Dikutip dari laman Express UK, Kamis, 3 November 2020, vaksin Pfizer berisi kandungan MRNA, yakni singkatan dari Messenger Ribonucleic acid dan hadir di semua sel hidup secara alami. Definisi mRNA adalah ia bertindak sebagai pembawa pesan yang membawa informasi dan instruksi yang tertanam dalam DNA.

Baca Juga: Inggris Jadi Negara Pertama Memasok Vaksin COVID-19

Vaksin berisi mRNA itu menggunakan potongan kecil kode genetik COVID-19 untuk mulai memproduksi virus di dalam tubuh. Ini memungkinkan sistem kekebalan tubuh manusia untuk mengenali virus sebagai benda asing di dalam dirinya.

Setelah langkah ini dilakukan, sistem kekebalan tubuh akan dapat mengenali virus sebagai benda asing dan menyerangnya dengan membentuk antibodi. Bagian utama dari vaksin mRNA COVID-19 baru dari Pfizer adalah untaian kurir pembawa Asam Ribonukleat.

Vaksin Pfizer dilaporkan menggunakan 30 mikrogram mRNA, tetapi saat ini, daftar lengkap bahan untuk vaksin khusus ini belum dipublikasikan. Kendati demikian, kandungan tersebut ampuh memberi perlindungan hingga 95 persen.

Lantas, bahan apa yang biasanya ada dalam vaksin?

Bahan utama dalam semua vaksin adalah satu atau lebih bahan aktif. Bahan aktif adalah unsur vaksin yang terbuat dari virus atau bakteri yang disebut juga antigen.

Vaksin mengandung sejumlah kecil bahan aktif. Biasanya hanya beberapa mikrogram (sepersejuta gram) per suntikan. Untuk memberikan gambaran tentang betapa kecilnya mikrogram, satu tablet parasetamol mengandung 500 miligram obat, beberapa ribu lebih banyak daripada bahan aktif yang ditemukan dalam vaksin mana pun.

Beberapa vaksin mengandung bakteri atau virus utuh. Namun, dalam kasus ini, bakteri atau virus akan sangat encer sehingga tidak dapat menyebabkan penyakit pada orang sehat, atau mati sama sekali, yang menjadikannya bahan yang tidak aktif.

Banyak vaksin hanya mengandung bagian dari virus atau bakteri, biasanya protein atau gula dari permukaan. Ini aman untuk dikonsumsi manusia karena bekerja dengan merangsang sistem kekebalan tanpa benar-benar menyebabkan penyakit.

Dibandingkan dengan jumlah bakteri dan virus di lingkungan yang harus dihadapi oleh sistem kekebalan kita setiap hari, bahan aktif yang ditemukan dalam vaksin sangatlah kecil.

Kebanyakan vaksin bakteri hanya mengandung sedikit protein atau gula dari bakteri yang bersangkutan, tetapi sebaliknya, 100 triliun bakteri diperkirakan hidup di kulit manusia pada umumnya, masing-masing mengandung ribuan protein yang terus-menerus menantang sistem kekebalan.

Vaksin juga mengandung beberapa bahan tambahan, seperti garam aluminium, yang membantu meningkatkan respons sistem kekebalan terhadap virus, atau produk lain yang berfungsi sebagai pengawet dan penstabil. Pastinya, vaksin sangat aman bagi manusia.

Seperti diketahui, jumlah kasus COVID-19 saat ini masih tinggi. Untuk itu, cara yang paling efektif dilakukan untuk mencegah penularan yaitu dengan mematuhi protokol kesehatan dan selalu melakukan 3M: Memakai Masker, Menjaga Jarak dan jauhi kerumunan serta Mencuci Tangan Pakai Sabun.

#ingatpesanibu
#satgascovid19
#pakaimasker
#cucitanganpakaisabun
#jagajarak