Effendi Simbolon Heran Kenapa Jokowi Disukai Banyak Orang?

TRIBUNNEWS.COM - Tiba-tiba saja ruang Redaksi Tribun Medan menjadi riuh, ketika pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur Sumatera Utara Effendi Simbolon-Djumiran Abdi berkunjung, Kamis (13/12/2012) sekitar pukul 18.30 WIB.

Kru redaksi yang sibuk dikejar jam deadline disapa satu persatu oleh Effendi dan Djumiran serta Ketua Tim Pemenangan Sofyan Tan, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sarma Hutajulu, dan beberapa tim sukses juga ikut.

Dalam perbincangan yang santai dan akrab, Sofyan mengatakan sengaja berkunjung ke Tribun, karena media ini sangat netral. "Kami hadir di sini karena kami anggap Tribun adalah koran yang sangat netral karena berani mengungkap yang tidak benar. Kami datang ke mari untuk bersilaturrahmi," ujarnya mengawali erbincangan.

"Yang datang bersama kali ini yang betul-betul di bilang marsipature hutana be (membangun kampung masing-masing). Kenapa? Karena kandidat kami lahir di luar Sumut dan sukses kini ingin membangun Sumut, dibilang. Saya pikir cintanya kepada Sumut sangat besar," katanya.

Effendi, yang menjadi anggota DPR RI, dari Jakarta, banyak bercerita Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo yang menginspirasi banyak orang. Bahkan ia sendiri juga mengaku banyak terinspirasi oleh pria yang akrab dipanggil Jokowi dan sudah dikenalnya sejak tujuh tahun lalu.

Ia teringat, saat mendampingi Jokowi mendaftar ke KPU menaiki Kopaja. Tanpa dikomando banyak warga yang mendampingi mereka ketika itu. "Saya perhatikan betul-betul wajah Jokowi itu, saya bertanya-tanya apalah yang membuat Jokowi sangat disukai banyak orang," ujarnya pada kru redaksi.

Effendi mengatakan dalam dua jam, pasangan yang akan diusung PDIP, berhasil mengumpulkan Rp 2 miliar. "Itu tanpa pengusaha, hanya partisipasi dari masyarakat. Saya saja heran kok bisa sebegitu simpatinya orang sama Jokowi itu," ujar Effendi semangat.

Namun ia sadar sosok Jokowi tentulah tak bisa ditirunya. Tapi terobosan yang dilakukan Jokowi-Ahok lah yang akan dibawa ke Sumut. ''Jokowi intens memberikan masukan pada kita,'' katanya.

Ia dan Djumiran mengaku sudah berkeliling ke 33 kabupaten kota di Sumut untuk mendengar keluhan masyarakat selama dua pekan. Hasilnya, Effendi banyak menampung keluhan masyarakat terkait masalah tanah, infrastruktur, dan lain sebagainya. Menurutnya, keluhan-keluhan itulah nantinya yang akan jadi prioritas Effendi jika terpilih.

Terkait dana yang disiapkannya untuk mengikuti pertarungan 7 Maret 2013, pria kelahiran Banjarmasin ini, (empat kakaknya lahir di Sumut), belum mau buka mulut. Ia mengaku dana besar banyak dibutuhkan untuk membayar saksi di sekitar 26 ribu Tempat Pemilihan Suara (TPS) di Sumut.

Soal uang perahu, ia mengaku tak mengeluarkan uang karena kader PDI Perjuangan. Soal baliho-baliho yang sudah banyak menghiasi Kota Medan, Effendi mengakui itu adalah kreasi anak-anak muda. Tak heran desain dan kata-kata yang ada di dalamnya lebih dinamis dan lebih enak dilihat. "Itu semua kerjaan anak-anak muda, jadi jangan heran kalau tampilannya lebih cerah," ungkapnya.(rif)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.