Efri Meldi tetap melatih tim IBL setelah tinggalkan Satya Wacana

·Bacaan 1 menit

Efri Meldi memastikan tetap melatih salah satu tim Liga Bola Basket Indonesia (IBL) setelah meninggalkan Satya Wacana Saint Salatiga yang sudah 14 tahun dia latih.

Pelatih asal Sumatera Barat itu belum berkenan mengungkapkan secara gamblang calon tim barunya, tetapi menilik peta IBL saat ini setidaknya ada enam kursi pelatih kepala yang kosong.

Tiga di antaranya adalah peserta baru yakni Bumi Borneo Basketball Pontianak, EVOS Basketball Bogor dan Tangerang Hawks.

Yang jelas, Meldi menegaskan tim barunya memiliki visi yang sama yakni mengembangkan talenta muda sembari meraih prestasi.

"Yang pastinya dengan tim baru ini saya satu visi. Visi mereka dan saya sama, kami ingin berprestasi dengan anak-anak muda," kata Meldi kepada ANTARA dari Jakarta, Kamis.

Baca juga: Rivaldo Tandra berharap Bumi Borneo ubah citra basket di Kalimantan

"Mungkin perbedaannya adalah kami siap mengelola ini semua dengan lebih bagus," tambah dia.

Meldi memang identik dengan kebiasaan memoles sejumlah pemain muda selama menangani Satya Wacana dan ketika menjajal arena Pekan Olahraga Nasional.

Meldi mengaku dia sebetulnya sudah mengajukan pengunduran diri dari Satya Wacana sejak dua bulan lalu, tetapi memberikan waktu kepada manajemen untuk mengambil keputusan termasuk menunjuk mantan kapten yang pernah dibesut Meldi, Jerry Lolowang, sebagai pelatih kepala yang baru.

"Saya rasa sudah saatnya bagi Satya Wacana juga untuk mendapatkan suasana baru. Setelah 14 tahun rasanya pondasi juga sudah kuat dan Satya Wacana tinggal melanjutkan," ujar dia.

Sebelum disibukkan mengelola tim barunya nanti, Meldi tentu akan terlebih dulu fokus membimbing tim bola basket putra Bangka Belitung dalam PON Papua pada 29 September sampai 9 Oktober nanti.

Baca juga: Tangerang Hawks umumkan pelatih dua hari lagi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel