Eh? Nenek Moyang Orang Manado Datang dari Mongolia?

REPUBLIKA.CO.ID, MANADO--Provinsi Sulawesi Utara akan menjajaki kerjasama "direct flight" Manado-Mongolia pasca pertemuan antara gubernur Sinyo H Sarundajang dengan Gubernur Mongolia Dalam, Mr Ba Teer di Manado, Sulawesi Utara.

"Kerjasama awal bisa dimulai dari bidang pariwisata mengingat ada tradisi peninggalan China yang sampai saat ini sangat popular di Sulut dan telah menjadi "calendar of event" pariwisata Sulut yakni Tao pe kong," kata Sarundajang, di Manado, Rabu.

Sarundajang mengatakan, kerjasama yang dalam waktu dekat ini akan segera direalisasikan yakni di bidang Pariwisata. Baik Sarundajang dan Ba Teer juga serius membicarakan untuk membuka penerbangan langsung (direct flight) dari Manado ke Mongolia.

Menurut Sarundajang, antara Sulut dan Mongolia mempunyai banyak kesamaan. Bahkan bila didengar cerita dari para tetua, salah satu nenek moyang orang Sulut adalah keturunan Mongolia. Karena itu menurut dia, sangat tepat bila Pemprov Sulut menseriusi kerjasama dengan Mongolia

"Masyarakat Sulut hidup dengan penuh keharmonisan, punya sifat persahabatan dengan semua orang yang datang dari mana saja. Hal tersebut juga berlaku di Mongolia," ujar Sarundajang.

Keinginan Sarundajang disambut baik Ba Teer. Bahkan, Wakil Sekretaris Komite Otonomi Mongolia tahun 2001 ini berharap Sarundajang secepatnya menjalin hubungan dengan daerah yang disebut Mongolia Dalam. "Dengan jumlah penduduk sebanyak 24 juta jiwa, populasi penduduk Mongolia termasuk jumlah yang cukup besar. Namun Mongolia mampu mengalami kemajuan yang cukup cepat. Atas dasar tersebut kami berharap bisa membuka kerjasama dengan Sulut," katanya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.