Eks Ketum PSSI Akui Kehidupan Pemain Liga 1 dan 2 Memprihatinkan

·Bacaan 2 menit

VIVA – Mantan Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mattalitti mendukung perjuangan Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) agar kompetisi sepakbola Liga 1 dan 2 bisa bergulir.

Ketua DPD RI tersebut berharap pemerintah dapat mengakomodir keinginan para pesepakbola profesional tersebut. Pasalnya, para pesepakbola sudah kehilangan mata pencaharian selama 16 bulan.

La Nyalla tak menampik bahwa dirinya mengetahui kondisi sejumlah pesepakbola Tanah Air. Banyak di antara mereka terpaksa bekerja apa saja untuk bertahan hidup. Ada yang menjadi Satpam, driver ojek online, pedagang kaki lima dan lainnya.

"“Sangat wajar kalau para pemain bola profesional menuntut agar kompetisi segera digelar. Kompetisi sepak bola di Tanah Air sudah vakum hampir 1,5 tahun," kata La Nyalla, Jumat 30 Juli 2021.

"Artinya, para pemain telah kehilangan mata pencaharian. Kondisi ini perlu menjadi perhatian pemerintah. Ironisnya, mereka ini seperti terlewat di tengah banyaknya bantuan untuk masyarakat," sambungnya.

Liga 1 dan Liga 2 terhenti pada pertengahan Maret 2020. Rencananya Liga 1 2021 akan bergulir mulai 9 Juli.

Namun rencana itu ditunda ke Agustus karena pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Masalah kembali datang, pemerintah memperpanjang PPKM hingga 2 Agustus dan membuat nasib sepakbola Indonesia semakin tak jelas.

Menurut LaNyalla, kunci kepastian penyelenggaraan liga, selain faktor laju angka kasus COVID_19, juga lobi dari PSSI dan Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) ke BNPB sebagai Satgas Penanganan Covid-19 Pusat dalam mempersiapkan kompetisi yang aman dari sisi kesehatan.

“Langkah para pemain dengan mengirim surat ke Presiden kita dukung. Ini merupakan salah satu jalan memperjuangkan nasib. Di sisi lain, PSSI dan Kemenpora juga perlu berjuang keras agar bisa meyakinkan stakeholder terkait bahwa kompetisi sepakbola bisa digelar dengan aman,” lanjutnya.

LaNyalla yakin, mereka relatif aman dari dampak virus corona. Sebab mayoritas pemain profesional di Indonesia sudah divaksin. Selain itu, klub juga memberikan panduan penerapan protokol kesehatan di lingkungan stadion maupun mess.

“Setahu saya para pemain, ofisial dan perangkat pertandingan telah berkali-kali melakukan simulasi penerapan protokol kesehatan saat menjalani kompetisi. Seperti saat gelaran Piala Menpora beberapa waktu lalu, kemudian liga-liga di negara lain yang sudah berjalan juga pastinya menjadi acuan,” tegasnya.

Ditambahkan LaNyalla, PSSI diharapkan mempersiapkan skenario terburuk jika pada akhirnya gelaran kompetisi tidak mendapat izin. Terpenting lagi, komunikasi dengan klub peserta liga harus berjalan baik, intens dan transparan.

“Kita tetap ingin kompetisi bisa digelar dengan aman dan nyaman. Kita tidak berharap sebaliknya. Tapi apapun keputusan nanti, perlu dikomunikasikan dengan baik kepada klub-klub peserta Liga,” tuturnya


Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel