Eko Yuli Irawan berharap Olimpiade Tokyo tetap digelar

·Bacaan 2 menit

Lifter Indonesia Eko Yuli Irawan berharap Olimpiade 2020 Tokyo bisa tetap terselenggara kendati mendapat desakan dari publik Jepang yang ingin agar pesta empat tahunan itu dibatalkan seiring dengan belum terkendalinya pandemi COVID-19 di negara sakura itu.

Eko meyakini harapan tersebut juga turut diamini oleh seluruh atlet di dunia yang sudah mempersiapkan diri bertahun-tahun agar bisa berlaga pada multiajang terbesar di dunia yang telah tertunda satu tahun tersebut.

“Pasti semua ingin Olimpiade Tokyo terselenggara karena tahun depan sudah ada kualifikasi lagi. Kami juga sudah mempersiapkan diri untuk Olimpiade,” kata Eko saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

“Tapi sampai saat ini masih belum ada perubahan dan masih sesuai jadwal. Yang pasti kalau saya sebagai atlet hanya bisa mempersiapkan diri saja,” sambung dia.

Baca juga: Eko Yuli tunjukkan kemajuan pada tes internal jelang Olimpiade Tokyo

Harapan Eko tersebut bukan tanpa alasan. Pasalnya, Olimpiade Tokyo bakal menjadi ajang penebusan untuk merebut medali emas setelah pada tiga edisi sebelumnya ia cuma mampu meraih medali perunggu pada Olimpiade 2008 Beijing dan Olimpiade 2012 London, serta medali perak pada Olimpiade 2016 Rio de Janeiro.

Dia juga mengaku Olimpiade Tokyo merupakan kesempatan terakhir dia berlaga dalam pesta terakbar sejagat itu mengingat usianya kini sudah menginjak 31 tahun.

“Kalau melihat usia mungkin ini bisa yang terakhir. Untuk masalah ke depan kita lihat bagaimana karena untuk mempertahankan mungkin bisa, tetapi untuk meningkatkan sepertinya agak sulit dalam usia 35 tahun. Maka momentumnya di tahun ini yang bisa diperjuangkan,” tuturnya.

Baca juga: Eko Yuli Irawan janji bawa pulang emas di Olimpiade Tokyo
Baca juga: PABSI persilakan Eko Yuli berlatih terpisah, tapi dengan biaya mandiri

Olimpiade 2020 Tokyo kian dalam ancaman ketika publik Jepang hingga asosiasi dokter Tokyo justru menolak pelaksanaannya.

Perdana Menteri Yoshihide Suga juga sudah memperpanjang status darurat COVID-19 di Tokyo hingga akhir Mei demi menekan laju penyebaran virus. Status tersebut bahkan diperluas ke tiga wilayah lain Jepang, yakni Hokkaido, Okayama dan Hiroshima.

Meski mendapat penolakan, panitia pelaksana Tokyo 2020 telah berhasil mengadakan serangkaian ajang uji coba di bawah protokol COVID-19 yang ketat dan melibatkan atlet internasional.

Baca juga: Survei terbaru, 60 persen warga Jepang ingin Olimpiade dibatalkan
Baca juga: Asosiasi dokter Tokyo dukung Olimpiade dibatalkan karena COVID-19
Baca juga: Jepang batasi jumlah ofisial Olimpiade Tokyo menjadi 78.000 orang