Ekonom: Citayam Fashion Week Bisa Datangkan Turis Asing Jika Dikelola Profesional

Merdeka.com - Merdeka.com - Citayam Fashion Week (CFS) tengah menjadi sorotan. Nama Citayam Fashion Week merupakan tiruan Paris Fashion Week yang menjadikan jalanan sebagai ajang pameran busana.

Jika Paris Fashion Week diikuti oleh desainer kondang, namun Citayam Fashion Week dimulai olah anak-anak muda yang nongkrong di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat.

Direktur Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah mengatakan, trend Citayam Fashion Week akan memberikan dampak positif, seperti meningkatnya perputaran uang di Jakarta khususnya di area Dukuh Atas.

Dia mencontohkan, penjual kaki lima atau biasa disebut Starbuck Keliling (Starling) yang mengalami kenaikan penjualan sangat tinggi semenjak ada Citayam Fashion Week.

"Ini ada dampak ekonominya. termasuk penjual kopi sepeda, mereka mengalami kenaikan penjualan," ujar Piter Abdullah, kepada merdeka.com, Senin (25/7).

Secara tidak langsung, Citayam Fashion Week memberi dampak positif, terutama kepada para Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Namun demikian, kegiatan Citayam Fashion Week perlu diapresiasikan dan disalurkan dengan lebih baik lagi. Seperti diberikan tempat yang layak supaya tidak mengganggu orang banyak.

Dalam pandangan Piter, kegiatan ini bisa dijadikan tempat untuk mendatangkan turis mancanegara atau domestik apabila dikelola secara profesional. "Kalau diarahkan bisa menjadikan Dukuh Atas seperti Harajuku-nya di Jakarta," tambahnya. [idr]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel