Ekonom: Kenaikan Tarif Cukai Picu Peredaran Rokok ilegal

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Center of Industry, Trade, and Investment INDEF Andry Satrio mengatakan kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) berisiko menghasilkan peralihan konsumsi masyarakat ke rokok ilegal.

“Pemerintah perlu memiliki aturan jelas untuk menanggulangi dampak turunan jika harga rokok legal menjadi semakin mahal, salah satunya berupa risiko peralihan konsumsi ke rokok ilegal,” kata Andry, Senin (19/7/2021).

Menurutnya, saat ini rokok menempati posisi terbesar kedua dari konsumsi masyarakat Indonesia, setelah makanan. Dia menegaskan, kenaikan tarif CHT tidak akan serta-merta menyelesaikan isu yang ada, alih-alih akan meningkatkan praktik perdagangan rokok ilegal.

“Jangan sampai, kita nanti menjadi seperti Malaysia yang pertumbuhan peredaran rokok ilegalnya telah mencapai dua digit lantaran adanya pelarangan konsumsi rokok dari pemerintahnya,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pada rokok golongan II dan III contohnya, golongan tersebut menjadi golongan rokok yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat kelas ekonomi menengah ke bawah, yang mendominasi populasi penduduk Indonesia saat ini.

“Simplifikasi tarif cukai berlebihan sama saja dengan menghilangkan produsen kecil-menengah dan memicu dominasi produsen dengan modal besar,” imbuhnya.

Petani Tembakau

Petani Tembakau (Foto:Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Petani Tembakau (Foto:Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Dampaknya, bagi petani tembakau, mereka akan semakin kesulitan dalam memperoleh penawaran tembakau dengan harga berkualitas karena semakin minimnya opsi penjualan.

Maka, semakin maraknya peredaran rokok ilegal punya sejumlah dampak bahaya bagi perekonomian, mulai dari hilangnya potensi penerimaan cukai, pajak pertambahan nilai (PPN), hingga pajak daerah.

“Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menaksir bahwa kerugian negara akibat rokok ilegal sepanjang tahun 2020 bahkan mencapai Rp 5 triliun,” katanya.

Adapun klasifikasi rokok ilegal pun beragam, mulai dari rokok tanpa pita cukai, pita cukai sudah kadaluarsa, atau praktik yang biasa terjadi, pita cukai untuk SKT dilekatkan di kemasan SKM, sehingga ketika dijual secara eceran menjadi lebih murah.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel