Ekonom nilai sektor IT berpeluang tumbuh masif di tengah COVID-19

Faisal Yunianto

Kepala Ekonom Bank CIMB Niaga Adrian Panggabean menilai sektor teknologi informasi (IT) punya peluang besar untuk tumbuh secara masif pada saat dan setelah pandemi COVID-19.

Menurut Adrian, saat ini sudah terlihat bahwa meski dunia mengalami kesulitan karena COVID-19, namun ada cara-cara yang terus dilakukan masyarakat untuk bisa tetap bekerja secara daring, misalnya dengan rapat virtual dan lainnya.

"Meski sulit, rapat saja sekarang kita banyak lakukan seperti ini (virtual). Ke depan kita bisa improve dengan cara begini," katanya dalam webinar bertajuk "Mendulang Profit dari Saham-Saham BUMN Pasca COVID-19" di Jakarta, Minggu.

Saat ini, menurut Adrian, bahkan sudah banyak kantor-kantor yang tidak menyediakan meja dan kursi bagi para pekerjanya. Melainkan, hanya menyediakan ruangan besar di mana pekerja bisa memilih untuk duduk di mana pun.

"Easy working environment sudah dimulai di mana-mana," katanya.

Kondisi itu, menurut Adrian, akan menyebabkan menurunnya permintaan sewa gedung. Misalnya, kantor yang tadinya membutuhkan luasan hingga 100 meter persegi mungkin dalam dua hingga tiga tahun ke depan hanya akan membutuhkan 50 meter persegi saja.

"Demand rental akan turun. Akibatnya, pembangunan gedung tinggi ke depan mungkin akan turun. Karena meeting saja bisa virtual sehingga sektor IT ini akan berkembang, sektor ini akan diuntungkan sekali," katanya.

Kepala Riset Koneksi Kapital Indonesia Alfred Nainggolan menambahkan saham-saham di sektor telekomunikasi, IT hingga konsumer akan cemerlang tahun ini.

Pasalnya, pendapatan emiten di ketiga sektor tersebut akan tumbuh positif di tengah mewabahnya pandemi COVID-19.

"Pemulihan harga saham-saham telekomunikasi dan konsumer akan terjadi lebih cepat dibandingkan saham-saham sektor lainnya," imbuh Alfred.

Baca juga: Menristek bentuk konsorsium riset teknologi penanganan COVID-19
Baca juga: Pakar : Teknologi bantu pelayanan publik selama pandemi COVID-19
Baca juga: Apple, Google buat teknologi pelacakan kontak perangi COVID-19