Ekonom: Pelemahan Rupiah Positif bagi Ekspor

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

  • Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    Merdeka.com
    Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    MERDEKA.COM. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar rencana akuisisi lebih dari 60 persen saham pemerintah di Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri ditunda. Soalnya, wacana itu dinilai sudah meresahkan masyarakat. …

Jakarta (ANTARA) - Ekonom Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih menilai tren pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan memberi dampak positif kepada ekspor Indonesia.

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin sore bergerak melemah nilainya sebesar 10 poin menjadi Rp9.755 dibanding sebelumnya di posisi Rp9.745 per dolar AS.

"Mata uang Asia juga berada dalam tren yang melemah, kalau mata uang rupiah menguat sendirian maka kita akan rugi," ujar Lana Soelistianingsih di Jakarta, Senin.

Ia mengemukakan jika nilai tukar domestik menguat maka barang ekspor dari dalam negeri akan menjadi mahal harganya sehingga kalah saing dengan negara tetangga.

"Melemahnya nilai tukar domestik akan membuat barang ekspor bersaing dengan negara Asia lainnya. Jadi, bisa dimanfaatkan oleh pelaku ekspor untuk meningkatkan ekspor," kata Lana.

Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra menambahkan mata uang dolar AS kembali menguat terhadap mayoritas mata uang Asia setelah positifnya data sentimen konsumen AS sehingga mendorong investor untuk mengakumulasi.

"Data indeks sentimen konsumen AS telah mendukung pandangan bahwa ekonomi AS masih lebih baik dibandingkan negara-negara lain," kata dia.

Ia juga mengatakan potensi the Fed menghentikan program pelonggaran kuantitatif (QE) pada akhir tahun 2013 juga telah melesatkan dolar AS terhadap beberapa mata uang.

Sementara itu kurs tengah Bank Indonesia pada Senin ini, tercatat mata uang rupiah bergerak menguat menjadi Rp9.760 dibanding posisi sebelumnya Jumat (17/5) senilai Rp9.763 per dolar AS.(tp)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...