Ekonom: Pertumbuhan ekonomi butuh sinergi otoritas fiskal dan moneter

Risbiani Fardaniah

Kepala Ekonom PT Bank Permata Josua Pardede mengatakan upaya pencapaian target pertumbuhan ekonomi membutuhkan sinergi menyeluruh dari otoritas fiskal dan moneter maupun reformasi struktural secara berkelanjutan.

"Kalau itu berjalan beriringan dan bersinergi, pertumbuhan enam persen juga bisa tercapai," kata Josua dalam pelatihan wartawan di Bandung, Jawa Barat, Sabtu.

Josua mengatakan penguatan sisi fiskal melalui penyerapan belanja infrastruktur maupun bantuan sosial yang didukung stabilisasi laju inflasi bisa membantu kinerja konsumsi dalam negeri.

Kinerja fiskal itu perlu didukung oleh kebijakan moneter, salah satunya melalui penurunan suku bunga acuan, yang sudah dilakukan oleh bank sentral.

Baca juga: BI: Triwulan I ekonomi tumbuh di bawah 5 persen, terdampak Corona

"Transmisi suku bunga bisa memberikan stimulus, jadi seharusnya orang mulai konsumsi, termasuk kepada korporasi, karena biaya untuk ekspansi menjadi lebih murah," ujarnya.

Dengan demikian, menurut dia, mesin-mesin industri yang selama ini menjadi sumber pertumbuhan ekonomi seperti manufaktur maupun konstruksi tetap kuat dan tidak mengalami kelesuan.

"Selain itu, penciptaan iklim investasi juga bisa memberikan persepsi positif kepada pelaku usaha sehingga terjadi permintaan kredit," kata Josua.

Terkait penyebaran Virus Corona yang bisa mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, ia mengharapkan dunia bisa mengatasi perkembangan virus ini berkaca dari penanganan SARS pada 2003.

Berdasarkan proyeksi itu, maka kinerja perekonomian akan membaik sesuai pola v-shape pada semester II-2020, seiring dengan kebijakan maupun koordinasi otoritas terkait dalam mengelola sistem keuangan.

"Kuncinya adalah fiskal, moneter, dan reformasi struktur, yang kalau itu dijaga dengan baik, maka pertumbuhan ekonomi kita resilient dan jauh dari hantu resesi," ujarnya.

Baca juga: Bappenas koreksi pertumbuhan ekonomi RI menjadi 5 persen