Ekonom sebut FDI solusi peningkatan produktivitas tenaga kerja

·Bacaan 2 menit

Ekonom Senior dari Universitas Indonesia Chatib Basri menyebut spillover dari investasi langsung atau foreign direct investment (FDI) sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja.

"Solusi jangka pendeknya adalah bagaimana memungkinkan foreign direct investment untuk masuk sehingga transfer teknologi bisa terjadi untuk meningkatkan produktivitas," kata Chatib Basri dalam peluncuran daring laporan Bank Dunia "Pathways to Middle Clas Job in Indonesia", Rabu.

Chatib menilai solusi untuk meningkatkan produktivitas adalah melalui sisi suplai, namun perbaikan dan pengembangan produktivitas akan membutuhkan waktu yang panjang.

"Jadi pertanyaan yang harus dijawab, jika kita menginginkan reformasi ini berhasil adalah bagaimana memitigasi transitional risk karena dalam jangka pendek susah sekali mengharapkan produktivitas meningkat," ujarnya.


Baca juga: Bahlil ajak dubes tangani langsung investasi asing masuk ke Indonesia

Karenanya mantan Menteri Keuangan ini menilai FDI menjadi solusi jangka pendek yang bisa meningkatkan produktivitas.

Ia mencontohkan transfer teknologi di sektor otomotif yang berhasil menjadikan Indonesia sebagai salah satu eksportir sepeda motor dan mobil untuk pasar Asean.

Kendati demikian, Chatib mengingatkan bahwa menarik investasi asing bukan hal yang mudah. Menurutnya agar investasi asing bisa diterima secara politis, investasi
tersebut harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

"Isunya adalah soal political economy dan sektor mana yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Sehingga support dari politiknya itu ada," jelasnya.

Baca juga: Pemerintah perluas cakupan tax allowance dorong investasi langsung

Ia juga menyarankan agar peningkatan produktivitas tenaga kerja dilakukan pada industri manufaktur karena proses pelatihan di industri tersebut relatif pendek dibandingkan sektor-sektor lainnya.

Adapun Bank Dunia menyarankan agar Indonesia melakukan sejumlah reformasi untuk meningkatkan produktivitas dan menciptakan pekerjaan kelas menengah.

Bank Dunia mencatat dari sekitar 85 juta orang Indonesia yang memiliki penghasilan, hanya 15,4 persen yang mendapatkan penghasilan kelas menengah dan hanya empat persen yang mendapatkan penghasilan kelas menengah dengan status pegawai tetap dan menerima manfaat sosial secara penuh.

Baca juga: Pengamat ingatkan pemerintah butuh instrumen untuk tarik investasi

Baca juga: Pemerintah perlu jaga iklim investasi buka investasi asing masuk

Baca juga: Peneliti: Genjot realisasi investasi langsung atasi dampak pandemi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel