Ekonom Sebut Kasus Covid-19 di Indonesia Tengah Berada di Tanjakan Curam

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Satgas Penanganan Covid-19 menyampaikan, ada penambahan 6.877 orang terkonfirmasi positif Corona Covid-19 pada Minggu (3/1/2021). Sehingga, total akumulatifnya di Indonesia sampai saat ini ada 765.350 orang yang dinyatakan positif terinfeksi virus Corona Covid-19.

Ekonom Senior INDEF, Faisal Basri mengatakan rata-rata jumlah kasus baru yang dilaporkan tembus di angka 7 ribu. Padahal Indonesia belum mengalami penyebaran virus gelombang kedua.

"Indonesia saat ini sedang berada di tanjakan curam. Ini belum masuk gelombang 2 sekalipun gelombang satu pun belum mencapai puncaknya," kata Faisal dalam Economic Outlook KAHMI Preneur 2021 secara virtual, Jakarta, Minggu (3/1/2020).

Saat ini Indonesia sudah memasuki krisis kesehatan karena angka kasus terkonfirmasi terus meningkat. Begitu juga angka kematian akibat terpapar Covid-19 yang terus bertambah. Para tenaga medis juga telah banyak yang kewalahan menghadapi pasien yang terpapar.

"Rumah sakit kewalahan, dokter kewalahan. Makin banyak orang yang meninggal dunia karena terpapar yang belum tertangani karena terlalu banyak kasus," kata dia.

Dalam kondisi ini, Faisal menyebut Indonesia sedang mengalami masa percepatan penyebaran virus. Apalagi virus ini telah menyebar di 34 provinsi. Semua kota yang ada di Indonesia juga tercatat telah terpapar. Hanya ada 4 kabupaten saja yang sampai saat ini belum ada yang terpapar Covid-19.

"Ada 4 yang belum terjangkit, tapi kan ini bisa terjangkit tapi tidak terlaporkan atau belum diketahui keberadaannya," kata dia.

Maka langkah yang seharusnya diambil pemerintah dengan melakukan testing dan tracing massal. Sebab dua hal ini masih belum maksimal dilakukan. Bahkan menjadi yang terendah dan sedikit lebih baik dari negara-negara di Afrika.

Akibatnya, sektor ekonomi masih akan terus terpukul. Sebab bangkitanya perekonomian nasional bergantung pasa penanganan di sektor kesehatan. "jadi ekonomi ini pulih kalau kita bisa kendalikan ini," kata dia.

Faisal berharap pemerintah bisa meniru Iran dalam menangani pandemi Covid-19. Kasus aktif terus berkurang dan kematian orang akibat terjangkit virus turun drastis. Saat ini Iran bisa mengendalikan penyebaran dengan kasus harian maksimal hanya 100 orang per hari dari sebelumnya 500 kasus baru.

"Dari rata-rata mendekati 500, angka tertinggi sekarang hanya 100 saja," kata dia mengakhiri.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Update Minggu 3 Januari 2021: 765.350 Positif Covid-19, Sembuh 631.937, Meninggal 22.734

Petugas jaga mengecek data pasien COVID-19 yang dibawa petugas medis di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Kamis (10/9/2020). Pemerintah menyiapkan 2.700 tempat tidur di RSD Wisma Atlet untuk merawat pasien COVID-19 dengan kondisi sedang dan ringan. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Petugas jaga mengecek data pasien COVID-19 yang dibawa petugas medis di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Kamis (10/9/2020). Pemerintah menyiapkan 2.700 tempat tidur di RSD Wisma Atlet untuk merawat pasien COVID-19 dengan kondisi sedang dan ringan. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Satuan Tugas atau Satgas Penanganan Covid-19 kembali menyampaikan angka kasus Corona di Indonesia.

Per data hari ini, Minggu (3/1/2021), ada penambahan 6.877 orang terkonfirmasi positif Corona Covid-19.

Sehingga, total akumulatifnya di Indonesia sampai saat ini ada 765.350 orang yang dinyatakan positif terinfeksi virus Corona Covid-19.

Untuk kasus sembuh bertambah 6.419 orang pada hari ini. Jadi, total akumulatif hingga kini ada 631.937 pasien Corona Covid-19 sudah berhasil sembuh dan negatif di Indonesia.

Sementara itu, pasien meninggal dunia pada hari ini ada penambahan 179 orang. Total akumulatifnya sebanyak 22.734 pasien Corona Covid-19 di Indonesia meninggal dunia.

Data update pasien Covid-19 ini tercatat sejak Sabtu, 2 Januari 2021 pukul 12.00 WIB hingga hari ini pukul 12.00 WIB.

Saksikan video pilihan berikut ini: