Ekonom: Tanda Perbaikan Ekonomi Sudah Ada Sejak Vaksinasi Diumumkan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Senior Ekonom INDEF, Aviliani menyebut tanda-tanda perbaikan ekonomi sudah dimulai sejak pemerintah mengumumkan rencana vaksinasi massal. Tercermin dari pertumbuhan sektor ritel dan peningkatan produksi di dunia usaha menjelang bulan Ramadan.

"Pertumbuhan ritel baik ketika vaksin baru diumumkan dan dan dunia usaha meningkatkan produksinya karena ada lebaran," kata Aviliani dalam Peluncuran Buku Kebijakan Makroprudensial di Indonesia, Jakarta, Jumat (28/5).

Hal ini menunjukkan tingkat keprcayaan masyarakat sudah muncul. Dalam kondisi ini penting bagi pemerintah untuk tidak membuat kebijakan yang melahirkan sikap pesimis dari masyarakat. Meskipun jumlah tabungan di bawah Rp 100 juta dan di atas Rp 5 miliar masih tinggi.

"Aspek kepercayaan masyarakat sudah muncul maka pemerintah jangan buat kebijakan yang pesimis," kata dia.

Di sisi lain, dalam pembiayaan korporasi di perbankan masih belum menunjukkan peningkatan. Dalam hal ini dia mengingatkan sumber pembiayaan korporasi atau dunia usaha saat ini bukan hanya dari perbankan.

Melainkan bisa melalui pasar modal perusahaan fintech sebagai sumber pembiayaan baru. Apalagi tidak sedikit orang yang justru keluar dari perbankan untuk menanamkan modal di pasar obligasi.

"Sumber pembiayaan korporasi ini bukan hanya dari perbakan tapi juga bisa dari pasar modal, obligasi atau perusahaan fintech," kata dia.

Permintaan Produk

Seorang wanita membeli sayuran di sepanjang jalan karena pasar tetap tutup di tengah pembatasan lockdown yang diberlakukan untuk mencoba menghentikan lonjakan kasus virus corona COVID-19 di Phnom Penh, Kamboja, Selasa (11/5/2021). (TANG CHHIN Sothy/AFP)
Seorang wanita membeli sayuran di sepanjang jalan karena pasar tetap tutup di tengah pembatasan lockdown yang diberlakukan untuk mencoba menghentikan lonjakan kasus virus corona COVID-19 di Phnom Penh, Kamboja, Selasa (11/5/2021). (TANG CHHIN Sothy/AFP)

Selain itu, beberapa perusahaan, khususnya sektor komoditas memiliki sejumlah dana yang baik. Sehingga mereka tidak membutuhkan pembiayaan. Hal ini tidka terlepas dari permintaan produk yang masih pesimis.

"Mereka ini enggak butuh (pembiayaan) karena masih baik dan pesimis akan bisnisnya ke depan," kata dia.

Untuk itu Aviliani menyarankan kepada pemerintah untuk mulai merubah gaya komunikasi kepada masyarakat terkait pandemi. Masyarakat harus bisa memahami dan terbiasa dengan virus corona agar aktivitas ekonomi tidak selalu menunggu virusnya hilang.

"Harus ada sosiaslisai ke publik, ke depan kita harus hidup berdampingan dengan covid-19. Enggak bisa nunggu kapan baiknya, makanya harus selalu ada inisitif," kata dia mengakhiri.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: