Ekonomi Bisa Tetap Jalan di Tengah Pandemi Covid-19, Begini Caranya

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono berpendapat, selama vaksin dan obat belum ditemukan pada 2021 mendatang, maka pandemi Covid-19 diperkirakan belum akan berakhir. Dia menekankan agar setiap orang disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan.

"Aktivitas ekonomi tetap berjalan produktif dengan mengutamakan protokol kesehatan," kata Edi Rusdi Kamtono Senin (16/11/2020) dalam siaran pers rilisnya.

Dia bilang, untuk vaksin dan obat Covid-19, Pemerintah Kota Pontianak, Kalimantan Barat masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat.

Semakin cepat vaksin itu ditemukan, maka semakin baik dalam memulihkan kondisi yang dihadapi hingga kini. Sasaran vaksin diutamakan bagi mereka yang paling berisiko.

"Seperti tenaga kesehatan dan mereka yang rentan terpapar karena berhadapan dengan pasien Covid-19," kata Edi Rusdi Kamtono.

Dia memaparkan, saat ini jumlah kasus Covid-19 yang terkonfirmasi positif sebanyak 146 orang. Untuk itulah, Pemerintah Kota Pontianak terus melakukan sosialisasi dan pembatasan sosial selama 14 hari. Upaya tersebut diharapkan mampu menekan jumlah kasus Covid-19.

"Terpenting adalah meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan," kata Edi Rusdi Kamtono.

Hadapi Pandemi dengan Perubahan

Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Pontianak Tahun Anggaran 2021 dan Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) telah disahkan.

Edi Rusdi Kamtono menerangkan, ada beberapa perubahan yang disampaikan dalam rapat paripurna di DPRD Kota Pontianak. Di antaranya berkaitan dengan penyelarasan dengan RPJMD Provinsi Kalbar dan RPJMN serta penyesuaian dengan kondisi pandemi Covid-19.

"Untuk volume APBD Kota Pontianak sebesar Rp1,9 triliun sudah disahkan. Angka tersebut sama dengan APBD 2020," kata Edi Rusdi Kamtono seusai menyampaikan pidato pendapat akhir pada rapat paripurna ke sepuluh di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Pontianak.

Menurut dia, pelaksanaan pembangunan masih tetap berjalan seperti biasanya. Namun akan ada anggaran khusus dalam menghadapi pandemi Covid-19 pada 2021 mendatang.

"Pembangunan yang telah berjalan tetap akan dilanjutkan mulai dari infrastruktur, jalan, drainase, rumah sakit di Pontianak Utara, sekolah dan lainnya," kata Edi Rusdi Kamtono.

Selain itu, pihaknya juga akan mendorong kegiatan-kegiatan yang bisa menunjang pariwisata di Kota Pontianak. Hal tersebut dimaksudkan untuk perbaikan pergerakan perekonomian masyarakat. Untuk pendapatan daerah dia tetap optimis jika ekonomi bergerak baik.

Edi Rusdi Kamtono berpendapat, selama vaksin dan obat belum ditemukan pada 2021 mendatang, maka pandemi Covid-19 belum akan berakhir. Dia menekankan agar setiap orang disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan. Namun aktivitas ekonomi tetap berjalan produkti. (Aceng Mukaram)

Dampak Pandemi, Pekerja di Sektor Pertanian Bertambah

Petani menanam padi di sawah kawasan Tangerang, Banten, Jumat (7/8/2020). PDB pertanian tumbuh 16,24 persen pada triwulan-II 2020 (q to q), bahkan secara y0y sektor pertanian tetap berkontribusi positif yakni tumbuh 2,19 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Petani menanam padi di sawah kawasan Tangerang, Banten, Jumat (7/8/2020). PDB pertanian tumbuh 16,24 persen pada triwulan-II 2020 (q to q), bahkan secara y0y sektor pertanian tetap berkontribusi positif yakni tumbuh 2,19 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto menyadari di tengah kondisi pandemi Covid-19 banyak masyarakat yang beralih pekerjaan. Utamanya di sektor-sektor tertentu, seperti misalya pertanian.

Dia mengatakan, dari jumlah penduduk yang bekerja pada Agustus 2020 sebanyak 128,45 juta orang, mayoritas mereka bekerja di sektor pertanian. Tercatat, pada Agustus sektor pertanian tumbuh 29,76 persen.

Kemudian kedua diikuti perdagangan sebesar 19,23 persen, industri pengolahan 13,61 persen, akomodasi dan makanan minuman 6,65 persen serta konstruksi 6,28 persen.

"Dari struktur tidak berubah, 3 sektor serap banyak angkatan kerja, pertanian 29,76 persen, kemudian perdagangan dan pengolahan," katanya di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Kamis (5/11/2020).

Dia menambahkan, sektor pertanian juga tercatat mampu menyerap tenaga kerja pada Agustus 2020, yakni mencapai 2,23 persen. Kemudian diikuti perdagangan 0,46 persen, jasa kesehatan 0,02 persen serta informasi dan komunikasi 0,01 persen.

"Ada pergeseran jumlah penduduk bekerja di pertanian meningkat 2,23 persen demikian perdagangan terutama perdagangan eceran meningkat," ungkap dia.

Adapun lapangan kerja yang mengalami penurunan jumlah tenaga kerjanya yaitu industri pengolahan mencapai minus 1,3 persen, konstruksi minus 0,46 persen dan jasa pendidikan minus 0,29 persen.

Selain itu juga ada, administrasi pemerintahan minus 0,28 persen, jasa perusahaan minus 0,11 persen, jasa keuangan dan asuransi minus 0,17 persen, pertambangan dan penggalian minus 0,06 persen serta pengadaan air dan real estat 0,01 persen.

"Bisa dilihat bahwa hampir seluruh sektor terjadi pengurangan jumlah penduduk yang bekerja terutama untuk industri pengolahan terjadi pengurangan besar," tuturnya.

Dwi Aditya Putra

Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: