Ekonomi Diprediksi Minus 3 Persen, Jokowi Minta Naikkan Investasi

Daurina Lestari, Eduward Ambarita
·Bacaan 2 menit

VIVA – Presiden Joko Widodo memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal III-2020 lebih membaik dibanding sebelumnya. Kuartal III mengacu pada bulan Juli hingga September.

Dikatakan Kepala Negara, pertumbuhan ekonomi kuartal III-2020 sekitar minus 3 persen. Meski masih minus, kata Jokowi, kondisi tersebut masih lebih baik ketimbang negara lain.

"Kuartal ketiga ini, kita juga mungkin sehari, dua hari ini akan diumumkan oleh BPS (Badan Pusat Statistik), juga masih berada di angka minus. Perkiraan minus 3 naik sedikit," ujar Jokowi saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna dari Istana Negara Jakarta, Senin 2 November 2020.

Selain belanja pemerintah, Jokowi sudah memerintahkan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan, untuk menaikkan lagi nilai investasi. Setidaknya, instruksi Kepala Negara diminta sudah mulai terlihat di awal tahun depan.

Baca juga: Jokowi Tekankan Lagi Keseimbangan saat Pandemi agar Ekonomi RI Positif

Di sisi lain, sejumlah kementerian juga diminta memperbaiki pola belanja mereka agar tepat sasaran dan cepat dicairkan. "Menjadi kewajiban kita semuanya untuk memperkuat demand sehingga konsumsi ini akan menjadi lebih baik," kata Presiden.

Perkiraan Jokowi perihal pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2020 menjadikan Indonesia dua kali berturut-turut mengalami kontraksi atau penurunan siklus ekonomi cukup tajam. Sebelumnya pada kuartal II-2020, pertumbuhan ekonomi sebesar minus 5,32 persen. Dari berbagai kalangan, ini menandakan Indonesia memasuki masa resesi.

Badan Pusat Statistik secara resmi bakal mengumumkan data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 5 November mendatang.

Presiden Joko Widodo pun lagi-lagi mengingatkan anak buahnya untuk menjaga keseimbangan perihal penanganan kesehatan dan ekonomi di masa pandemi COVID-19. Menurut Jokowi, peringatan ini sudah berulang kali disampaikan dan harus menjadi perhatian bersama.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat pembukaan Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Senin, 2 November 2020.

"Ini yang saya kira sudah berpuluh-puluh kali saya sampaikan, tapi perlu sekali lagi ini saya tekankan," kata Jokowi saat membuka sidang kabinet.