Ekonomi Global Diproyeksi Turun jadi 3,5 Persen Imbas Perang di Ukraina

·Bacaan 1 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Invasi yang dilakukan Rusia di Ukraina pada pertengahan Februari lalu telah mengganggu momentum pemulihan ekonomi global. Sebelumnya berbagai lembaga dunia memperkirakan pemulihan ekonomi pada 2022 akan lebih optimis dan semakin membaik. Sebaliknya, saat ini lembaga tersebut ramai-ramai mengoreksi ramalan pertumbuhan ekonomi global.

"Ekonomi global dihadapkan ke risiko baru yang tinggi dan membuat proyeksi perekonomian dunia merosot," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Sabtu (16/4).

Lembaga dunia OECD telah mengoreksi proyeksi pertumbuhan ekonomi global dari 4,5 persen menjadi hanya 3,5 persen. Bank Dunia juga melakukan hal yang sama. Semula proyeksinya 4,4 persen kini menjadi 3,5 persen.

IMF pada Januari 2022 telah mengoreksi pertumbuhan ekonomi dunia tahun ini dari 4,9 persen menjadi 4,4 persen. Diperkirakan IMF akan kembali mengubah proyeksinya menjadi lebih rendah lagi.

"Proyeksi IMF diprediksi akan turun lagi," katanya.

Berbagai perubahan proyeksi tersebut menunjukkan pemulihan ekonomi dunia saat ini sangat rapuh. Pecah perang di Ukraina telah menimbulkan gangguan di berbagai bidang seperti energi, pangan dan komoditas yang strategis.

"Pemulihan ekonomi dunia yang masih sangat dini dan rapuh," kata dia.

Belum lagi tekanan inflasi yang tinggi di negara maju dan berkembang akibat respon kebijakan moneter negara maju. Semua hal tersebut mendorong ekonomi global dihadapkan pada risiko baru yang tinggi. [ags]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel