Ekonomi Hong Kong bakal kian melemah karena wabah virus

HONG KONG (Reuters) - Risiko kontraksi lebih lanjut dalam ekonomi Hong Kong, yang diterpa protes anti-pemerintah tahun lalu, telah meningkat karena epidemi virus corona, kata Sekretaris Keuangan Paul Chan, Minggu.

"Ketika (ekonomi) memasuki tahun 2020, tidak mengabaikan risiko penurunan yang berkelanjutan, tetapi telah menghadapi ancaman epidemi pneumonia virus corona baru, yang pasti akan menyebabkan pukulan ganda terhadap ekonomi," kata Chan dalam satu unggahan blog.

"Diperkirakan bahwa situasi epidemi akan sangat meningkatkan risiko kontraksi ekonomi lanjutan tahun ini, dan ini juga akan mempengaruhi pengurangan pendapatan pemerintah dan peningkatan pengeluaran."

Hong Kong jatuh ke dalam resesi untuk pertama kalinya dalam satu dekade pada kuartal ketiga ketika protes politik menjerumuskan kota ke dalam krisis terburuk sejak ia kembali dari Inggris ke pemerintahan China pada tahun 1997.

Chan mengatakan sektor katering, ritel, pariwisata dan konsumen, terpukul dalam enam bulan terakhir, akan "jatuh kesulitan yang lebih dalam,". Pemerintah akan terus memantau dengan cermat untuk memastikan stabilitas keuangan Hong Kong, dia menambahkan.

Sebanyak 304 orang tewas di China, Komisi Kesehatan Nasional negara itu mengatakan, Minggu. Infeksi di China melonjak menjadi 14.380 pada hari Sabtu.

Pihak berwenang telah mengumumkan 15 infeksi yang dikonfirmasi di Hong Kong tetapi tidak ada kematian.