Ekonomi Indonesia Diprediksi Minus 2 Persen pada Kuartal IV 2020

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ekonomi Indonesia diperkirakan masih akan minus pada kuartal IV 2020. Hal ini melanjutkan kontraksi yang telah terjadi di kuartal II dan III. Diperkirakan ekonomi Indonesia di kuartal IV 2020 akan minus 2 persen.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad menjelaskan, penyebab ekonomi Indonesia masih tumbuh minus di 2020 karena belum optimalnya upaya pemerintah dalam penanganan dampak pandemi Covid-19.

"Kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal IV minus 2 persen secara year on year (yoy). Jadi, (pertumbuhan ekonomi) sampai akhir 2020 akan terus menjadi negatif," ujar dia dalam Press Conference Indef & Launching Indeks Konsumen Indonesia (IKON-Indonesia), Minggu (8/11/2020).

Belum optimalnya upaya pemerintah dalam mengantisipasi dampak pandemi Covid-19 membuat pertumbuhan ekonomi di kuartal III lebih rendah dari proyeksi pemerintah. Hal yang sama juga akan terjadi di kuartal IV.

Sejauh ini, faktor permintaan yang tak kunjung pulih, khususnya dari sektor rumah tangga. "Kita lihat tingkat konsumsi dari rumah tangga justru tetap. Padahal konsumsi rumah tangga bagian penopang ekonomi," jelas dia.

Di tengah pandemi Covid-19 ini tingkat pengangguran di dalam negeri justru kian melonjak, terutama di sektor industri pengolahan. Padahal sektor tersebut mampu menyerap hingga 13,6 persen tenaga kerja nasional.

"Kita lihat ini karena banyak industri yang tutup, penjualan turun, hingga keuntungan turun," paparnya.

Tangkal Pertumbuhan Minus

Suasana arus lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (5/11/2020). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 minus 3,49 persen, Indonesia dipastikan resesi karena pertumbuhan ekonomi dua kali mengalami minus. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Suasana arus lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (5/11/2020). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 minus 3,49 persen, Indonesia dipastikan resesi karena pertumbuhan ekonomi dua kali mengalami minus. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Kendati demikian, dia memastikan masih ada kesempatan bagi pemerintah untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi positif di kuartal IV tahun ini. Setidaknya ada empat kebijakan yang harus segera di kejar oleh pemerintah.

Pertama, percepatan belanja pemerintah. "Baik belanha modal pemerintah maupun program pemulihan ekonomi nasional," terangnya.

Kedua, adanya perubahan skema dan nilai bantuan sosial. Yakni dengan skema bantuan bersifat tunai dan tambahan anggaran senilai Rp1,5 juta bagi 20 persen kelompok menengah ke bawah guna memulihkan sektor konsumsi.

Ketiga, perlu ada terobosan penciptaan lapangan kerja dengan fokus pembangunan infrastruktur padat tenaga kerja dan stimulus UMKM restrukturisasi.

Terakhir, mendorong tingkat konsumsi masyarakat kelas menengah dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat. "Seperti kampanye atau diskon pada pusat perbelanjaan, hotel, pariwisata, dan restoran yang benar-benar clear and clean," tutupnya.

Saksikan video pilihan berikut ini: