Ekonomi Indonesia Diprediksi Tumbuh Positif Meski Ada Resesi, Ini Faktor Pendorongnya

Merdeka.com - Merdeka.com - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menegaskan bahwa ekonomi Indonesia cukup kuat melawan potensi resesi tahun 2023. Pertumbuhan ekonomi diprediksi akan tetap positif di tahun depan.

"Pertumbuhan ekonomi pada 2023 diperkirakan masih akan tetap tinggi, didorong oleh permintaan domestik, serta kinerja ekspor yang tetap positif di tengah risiko lebih dalamnya perlambatan perekonomian global," kata Perry Warjiyo di Jakarta, Kamis (17/11).

Dia mengungkapkan, di dalam negeri perbaikan ekonomi domestik terus berlanjut. Hal itu tercermin dari kinerja ekonomi Indonesia terus menguat sebagaimana pada kuartal III-2022 yang mampu tumbuh di kisaran 5,72 persen year on year.

"Lebih tinggi dibanding perkiraan dan capaian triwulan sebelumnya sebesar 5,45 persen year on year, ditopang oleh berlanjutnya perbaikan permintaan domestik dan tetap tingginya kinerja ekspor," ujarnya.

Perbaikan ekonomi nasional juga tercermin pada peningkatan pertumbuhan mayoritas lapangan usaha, terutama industri pengolahan transportasi dan pergudangan, serta perdagangan besar dan eceran.

Secara spasial perbaikan ekonomi ditopang oleh pertumbuhan yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Pertumbuhan tertinggi tercatat di wilayah Sulawesi, Maluku, Papua, Bali, Nusa tenggara, Jawa, Kalimantan dan Sumatera.

Survei Bank Indonesia

Dilihat dari indikator bulan Oktober 2022 dan hasil survei Bank Indonesia terbaru, seperti keyakinan konsumen penjualan eceran dan purchasing manager index manufaktur mengindikasikan terus berlangsungnya proses pemulihan ekonomi domestik.

"Dari sisi eksternal kinerja ekspor diperkirakan tetap kuat khususnya batu bara, CPO, besi dan baja, serta ekspor jasa seiring dengan permintaan beberapa mitra dagang utama yang masih kuat didukung oleh kebijakan pemerintah," ujarnya.

Demikian, dengan perkembangan tersebut pertumbuhan ekonomi 2022 diperkirakan tetap bias ke atas dalam kisaran proyeksi Bank Indonesia pada 4,5 sampai 5,3 persen.

Reporter: Tira Santia

Sumber: LIputan6.com [idr]