Ekonomi Indonesia Pulih, Instrumen Investasi Ini Dapat Jadi Pilihan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Investor bisa mengkaji untuk menambah porsi investasinya di saham seiring semakin pulihnya ekonomi domestik.

Hal tersebut disampaikan oleh Head of Investment Specialist Manulife Investment Management Freddy Tedja melalui artikel edukasi Manulife, dikutip Sabtu (9/10/2021).

Dengan penurunan angka kasus positif COVID-19 dan vaksinasi yang semakin masif membuat pelonggaran aktivitas masyarakat Indonesia dapat dilakukan. Sehingga potensi pemulihan ekonomi domestik semakin terbuka.

"Stabilitas makro ekonomi, terutama eksternal, yang terus diperkuat dapat memberikan dukungan yang baik untuk mengantisipasi Fed tapering dan menghadapi dinamika global yangwalaupun berada dalam masa pemulihan tapi belum sepenuhnya stabil," kata Freddy.

Meningkatnya cadangan devisa, terkendalinya inflasi dan pertumbuhan neraca perdagangan yang masih baik diharapkan dapat menjaga volatilitas rupiah jelang Fed tapering.

Beberapa indikator utama (indeks keyakinan konsumen, penjualan ritel, penjualan properti, dan sektormanufaktur) diperkirakan akan meningkat dalam beberapa bulan mendatang, menyusul pelonggaran aktivitas pada kuartal keempat 2021.

Untuk pasar saham, kata Freddy, antusiasme dan optimisme para pelaku pasar terhadap pemulihan aktivitas domestik mulai terlihat pada pergerakan pasar saham domestik. Sepanjang tahun berjalan hingga akhir kuartal ketiga 2021, IHSG menguat 5,1 persen.

Pemulihan sentimen yang ditopang oleh katalis positif (meningkatnya vaksinasi, kenaikan harga komoditas,stabilitas rupiah, dan perbaikan earnings perusahaan) diharapkan dapat mendorong pergerakan pasar saham Indonesia ke depannya.

"Investor dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk masuk atau menambah porsi kepemilikannya direksa dana pendapatan tetap maupun reksa dana saham, disesuaikan dengan profil risiko masing-masing," kata dia.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Ada Potensi Pertumbuhan Jelang Akhir Tahun

Pengunjung melintas di papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Pengunjung melintas di papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Freddy menggambarkan reksa dana Manulife Obligasi Unggulan Kelas A (MOU Kelas A) mampu memberikan imbal hasil 1 tahun sebesar 6,90 persen pada periode akhir September 2020 hingga akhir September 2021, melampaui tolok ukurnya (rata-rata bunga deposito 3 bulan net setelah pajak) yang sebesar 3,97 persen.

Pada periode yang sama, reksa dana Manulife Saham Andalan (MSA) memberikan imbal hasil 1 tahun sebesar 74,79 persen, jauh melampaui tolok ukurnya (indeks IDX80) yang sebesar 21,05 persen.

"Menjelang akhir tahun, masih ada potensi pertumbuhan pada underlying asset reksa dana," kata dia.

Reporter: Elizabeth Brahmana

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel