Ekonomi Kuartal II-2021 Diprediksi Bisa Tumbuh 6 Persen

Fikri Halim, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 1 menit

VIVA – Ekonom Bank Permata, Josua Pardede memprediksi bahwa perekonomian nasional masih akan berada di zona negatif pada kuartal I-2021 ini. Diperkirakan akan berada di kisaran minus 2 persen sampai 1 persen.

Menurutnya, upaya pemulihan ekonomi nasional pada bulan Januari-Februari 2021 ini masih belum pulih secara signifikan.

"Jadi kalau menurut kami itu ekspektasi di kuartal I-2021 masih akan berada di kisaran negatif 2 persen sampai 1 persen," kata Josua dalam telekonferensi, Kamis, 25 Maret 2021.

Namun, Josua optimis bahwa pada kuartal II-2021, perekonomian nasional akan jauh lebih baik dengan perkiraan pertumbuhan mencapai sekitar 6 persen.

Ia menjelaskan, prediksi itu didasarkan pada adanya ekspektasi yang tinggi, sebagai dampak dari terkontraksinya perekonomian nasional secara signifikan pada tahun 2020 lalu.

"Efek dasar yang rendah di tahun lalu akan bisa mendongkrak ekonomi kuartal II-2021 cukup tinggi. Di mana sesuai perhitungan kami, sejauh ini (pertumbuhannya) bisa mencapai 6 persenan. Diharapkan ini akan mendongkrak pemulihan ekonomi tahun ini," ujar Josua.

Selain itu, prediksi yang sangat optimis tersebut juga didukung oleh adanya perbaikan pada berbagai aktivitas perekonomian pada kuartal II-2021 nanti.

Josua menambahkan, program vaksinasi COVID-19 yang masih terus digencarkan oleh pemerintah saat ini, dinilai juga akan menjadi salah satu faktor pendorong bagi proses pemulihan ekonomi nasional tersebut.

"Jadi apabila proses vaksinasi COVID-19 itu bisa dipercepat, maka hal itu akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di semester II-2021," kata Josua.

"Jadi menurut saya, program vaksinasi ini adalah salah satu kunci utama, sehingga penanganan kasus COVID-19 ke depannya juga kita harapkan akan jauh lebih baik," ujarnya.