Ekonomi mulai pulih, Sreeya Sewu optimis kinerja tahun ini bertumbuh

·Bacaan 2 menit

Emiten yang bergerak dalam produksi pakan, ayam pedaging dan makanan olahan PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk optimistis kinerja perseroan tahun ini bertumbuh seiring mulai pulihnya perekonomian nasional.

"Tahun ini masih pandemi, sehingga situasinya masih tidak pasti. Tapi, saya confidence akan tumbuh double digit sampai akhir tahun. Ada faktor eksternal yang jadi tantangan misalnya harga jagung belum membaik, harga kedelai masih tinggi, demand masih rendah sehingga profitability akan terdampak. Tapi, di dalam perusahaan kami sangat solid dan kuat, jadi bisa double growing dan bisa continue pertumbuhannya," kata Direktur Utama PT Sreeya Sewu Indonesia Tommy Wattimena Widjaja dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Emiten berkode saham SIPD itu menutup tahun 2020 dengan tingkat profitabilitas yang positif meski lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya Rp79,78 miliar. Perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp28,27 miliar selama 2020.

Penjualan bersih sebesar Rp4,34 triliun atau meningkat 7,21 persen dibandingkan penjualan bersih pada 2019 sebesar Rp4,05 triliun.

Sementara untuk 2021, Tommy menyebut pada kuartal pertama 2021, terjadi peningkatan penjualan bersih mencapai Rp1,28 triliun. Angka itu meningkat 13,32 persen dibandingkan kuartal pertama tahun 2020 sebesar Rp1,13 triliun.

Laba perusahaan pada kuartal pertama 2021 sendiri mencapai Rp34,68 miliar, turun sebesar Rp24,77 miliar bila dibandingkan kuartal pertama tahun 2020 sebesar Rp59,45 miliar.

"Meski terjadi penurunan, dari sisi operasional, perusahaan berhasil meningkatkan kapasitas produksi pakan ternak dan makanan olahan," ujar Tommy.

Managing Director Foods PT Sreeya Sewu Indonesia Dicky Saelan menjelaskan strategi yang dijalankan perusahaan pada 2021. Menurutnya, perusahaan menjalankan strategi antara lain peningkatan kualitas produk pakan ternak, keunggulan pelayanan yang cepat tanggap, serta menyediakan solusi terbaik untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

"Perseroan juga meningkatkan kapasitas pembibitan atau breeding untuk menunjang utilisasi produksi pakan ternak dan memperluas penerapan sistem smart farm agar para peternak lebih mudah mengontrol manajemen budidaya ayam dalam meningkatkan produktivitasnya," kata Tommy.

Di sektor hilir, lanjut Dicky, perusahaan membangun distribusi rantai dingin (cold chain) dan logistik yang kuat, peningkatan eksekusi penjualan dengan dukungan dari command centre, dan peningkatan portofolio food melampaui sektor poultry.

Untuk meningkatkan gairah konsumen, perusahaan membuat strategi promosi yang menarik dan meningkatkan kualitas ayam untuk mendongkrak nilai tambah produk perusahaan.

Selain itu, perusahaan melakukan langkah antisipasi penguatan manajemen risiko untuk menjaga pertumbuhan usaha yang berkelanjutan. Caranya dengan menjaga kelancaran arus kas melalui efisiensi biaya dan menerapkan penggunaan belanja modal atau capex berdasarkan tingkat prioritas.

"Dalam menjaga dan memperkuat pertumbuhan pendapatan, di kuartal ke dua, perusahaan telah meluncurkan inovasi produk bernilai tambah yaitu Produk Ayam Nanas, produk ayam pertama di Indonesia yang diberi pakan ekstrak nanas sehingga menghasilkan daging ayam yang lebih sehat, empuk dan gurih. Selain itu, perseroan meluncurkan Produk Pakan Burung premium Pertama di Indonesia menggunakan formula khusus yang dilengkapi dengan protein serangga," kata Dicky.

Baca juga: HDIT siap salurkan modal kepada 200 ribu agen UMKM
Baca juga: Voksel Electric masuk jajaran 50 emiten terbaik versi Forbes Indonesia
Baca juga: Emiten kemasan Satyamitra incar penjualan Rp2,07 triliun

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel