Ekonomi Pulih, BI Tambah Peredaran Uang Kartal di Lebaran 2021

Dusep Malik, Arrijal Rachman
·Bacaan 2 menit

VIVABank Indonesia (BI) meningkatkan peredaran uang kartal untuk menyambut Idul Fitri atau Lebaran 2021. Ini disebabkan proyeksi perekonomian Indonesia akan meningkat seiring mulai bergeliatnya aktivitas masyarakat meski masih di tengah Pandemi COVID-19.

Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI Marlison Hakim mengatakan proyeksi kebutuhan uang kartal pada periode Idul Fitri 2021 akan sebanyak Rp152,14 triliun. Angka ini pun telah diajukan oleh perbankan untuk melakukan rencana penarikan untuk Idul Fitri 2021.

Marlison menjelaskan, proyeksi atau rencana penarikan uang kartal perbankan ini meningkat 39,33 persen dari realisasi 2020. Pada tahun lalu, dia mengungkapkan, realisasi penarikan perbankan sebanyak Rp109,20 triliun.

"BI menyiapkan uang kartal, baik uang kertas dan logam sebesar Rp152,14 triliun. Ini untuk didistribusikan di seluruh wilayah Indonesia," tegas dia secara virtual, Rabu, 14 April 2021.

Dari Rp152,14 triliun itu 90,07 persennya berupa uang pecahan besar seperti Rp100 ribu dan Rp50 ribu. Adapun nilainya mencapai Rp137 triliun. Sisanya 9,93 persen atau Rp15,20 triliun untuk uang pecahan kecil, yakni Rp20 ribu ke bawah.

"Sebagaimana diketahui bahwa periode Ramadhan dan Idul Fitri merupakan tingkat outflow tertinggi sepanjang siklus tahunan peredaran uang di mana rata-rata 30 persen," ujarnya.

Marlison menjelaskan, naiknya perkiraan kebutuhan uang kartal pada periode Lebaran dan Idul Fitri 2021 karena aktivitas ekonomi masyarakat yang terbukti mulai meningkat dan mobilitas mereka juga terpantau terus tumbuh.

"Kita lihat bagaimana kebijakan program vaksinasi yang mempengaruhi tingkat mobilitas masyarakat, tingkat mobilitas masyarakat makin tinggi maka kebutuhan uang kartal makin tinggi," ucap Marlison.

Selain memperhitungkan asumsi makro ekonomi dan mobilitas masyarakat yang semakin membaik, Marlison memastikan, BI juga telah memperhitungkan kebijakan realisasi percepatan bantuan sosial tunai (BST) pemerintah menjelang Idul Fitri.

"Kemudian tentu kita juga memperhatikan kebijakan pemerintah tentang larangan mudik Lebaran di masyarakat walaupun juga ada dikecualikan mudik lokal," paparnya.

Menurutnya, kebutuhan uang kartal paling banyak terletak di pulau Jawa yakni senilai Rp59,40 triliun. Sedangkan penarikan perbankan tertinggi diprediksi terjadi di Satker Kas Jabodetabek sebesar Rp39,99 triliun.