Ekonomi Pulih, Kepercayaan Investasi ke RI Meningkat

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Seiring momentum pemulihan ekonomi secara bertahap yang didukung kasus Covid-19 yang semakin melandai dan kecenderungan keterbukaan yang meluas. Hal itu mampu meningkatkan kepercayaan investor terhadap Indonesia.

Menteri Investasi dan Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, menjelaskan, terdapat 10 negara asal investor penyumbang pengembangan realisasi investasi periode Januari-September 2021.

Diantaranya ada di posisi pertama Singapura USD 7,3 miliar, Hongkong USD 3,1 miliar, Tiongkok USD 2,3 miliar, Jepang USD 1,8 miliar, Belanda USD 1,5 miliar, Korea Selatan USD 1,3 miliar.

“Lihat dalam 10 tahun terakhir tidak pernah Eropa itu masuk dalam 5 besar negara tujuan investasi di Indonesia, dan bahkan Korea Selatan tergeser. Ini menunjukkan bahwa trust publik dunia kepada negara kita semakin hari semakin membaik,” kata Bahlil dalam Economic Outlook Prospek Investasi 2022, Selasa (23/11/2021).

Namun berdasarkan pendapatnya, dia tidak percaya sepenuhnya jika aliran investasi yang datang asli dari Singapura. Melainkan ada uang asal investor Indonesia yang di Singapura kemudian dialirkan kembali ke Indonesia.

“Tetapi jangan kita terpaku dengan Singapura, Singapura ini saya bilang ini ada kemungkinan menurut saya ini pendapat, ada kemungkinan uang Singapura ini adalah uangnya juga pengusaha Indonesia yang ada di sana, saya tidak terlalu percaya penuh ini uang investor semua asal Singapura,” ujar Menteri Investasi.

Bahkan dalam kajian intelijen BKPM, di beberapa negara yang aliran investasi masuk ke Indonesia yang berasal luar itu menjadikan Singapura sebagai hub (penghubung) investasi. Sehingga jika Indonesia mampu menerobos maka dia yakin daya saing investasi Indonesia akan semakin tinggi.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Realisasi Investasi

Suasana gedung perkantoran di Jakarta, Sabtu (17/10/2020). International Monetary Fund (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 menjadi minus 1,5 persen pada Oktober, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya pada Juni sebesar minus 0,3 persen. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Suasana gedung perkantoran di Jakarta, Sabtu (17/10/2020). International Monetary Fund (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 menjadi minus 1,5 persen pada Oktober, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya pada Juni sebesar minus 0,3 persen. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Lebih lanjut, untuk realisasi investasi periode Januari-September 2021 tidak termasuk sektor hulu migas dan sektor keuangan sudah mencapai Rp 659,4 triliun setara 73,3 persen dari target investasi sebesar Rp 900 triliun.

Selain itu, sejak kuartal ke-III tahun 2020 hingga sekarang Pemerintah konsisten realisasi investasi sudah lebih banyak di pulau Jawa. Berdasarkan catatannya di luar jawa investasi sudah mencapai 51,7 persen setara Rp 340,7 triliun dan di Jawa 48,3 persen setara Rp 316,7 triliun.

Menurutnya, capaian realisasi investasi Penanaman modal asing (PMA) maupun Penanaman modal dalam negeri (PMDN) tidak mungkin masuk ke suatu daerah jika tidak memiliki syarat-syarat tertentu, seperti sumber daya alam maupun infrastruktur.

“Tidak akan mungkin sebuah investasi masuk, mau itu foreign direct investment maupun PMDN agar masuk ke sebuah daerah kalau tidak memiliki syarat-syarat tertentu termasuk lainnya adalah sumber daya alam maupun infrastruktur. Nah ini kita rasakan dan infrastruktur mampu menciptakan kawasan pertumbuhan ekonomi baru,” pungkasnya. ReplyReply to allForward

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel