Ekonomi RI Bisa Tumbuh 4,5 Persen di 2021, Sri Mulyani Beberkan Syaratnya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan bahwa efektivitas Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akan mendorong momentum pemulihan ekonomi berlanjut pada sisa tahun ini.

Indikator ekonomi relatif mixed pada Juli 2021, tapi sinyal peningkatan aktivitas disebut mulai terlihat seiring kasus Covid-19 yang terkendali.

Implementasi PPKM level 4 telah membatasi aktivitas sementara, namun dinilai efektif menekan lonjakan kasus Covid-19. Kegiatan ekonomi pun diharapkan mulai normal bertahap untuk mendorong momentum pemulihan ekonomi pada sisa tahun ini.

"PPKM ini menyebabkan semua yang tadi sudah menuju ke atas, turn around ke bawah lagi. Kuartal II yang sudah capai 7,07 persen, kemungkinan kuartal III akan mengalami koreksi dari berbagai indikator," kata Sri Mulyani dalam Raker dengan Komisi XI pada Senin (30/8/2021).

Ia pun berharap bisa mengejar pertumbuhan ekonomi pada kuartal III, khususnya periode September. Hal ini mengingat implementasi PPKM selama satu bulan penuh pada Juli, dan kemudian berlanjut dua pekan pada Agustus.

"Dua minggu terakhir ini, kita berharap sudah mulai membaik. Kegiatan ekonomi mulai bertahap normal lagi, tidak boleh disertai kenaikan pandemi," ungkap Sri Mulyani.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Capai Target Pertumbuhan Ekonomi

Menkeu Sri Mulyani pada Konferensi Pers Nota Keuangan dan RUU APBN 2022
Menkeu Sri Mulyani pada Konferensi Pers Nota Keuangan dan RUU APBN 2022

Kendati demikian, untuk mencapai target pertumbuhan tahun ini masih ada sisa waktu beberapa bulan lagi. Pemerintah masih terus mewaspadai lonjakan kasus. Tingkat hunian pasien Covid-19 di Wisma Atlet yang tadinya berada pada angka 12 persen, kini naik ke 14-15 persen.

"Jadi kita harus tetap berhati-hati, tidak ada jaminan pertumbuhan akan tetap berlanjut kalau kita tidak bisa menjaga dari sisi pandeminya," sambungnya.

Outlook pertumbuhan ekonomi RI pada 2021 berada di rentang 3,7-4,5 persen yoy. Hal ini bisa dicapai dengan catatan pemulihan ekonomi bisa terjadi pada kuartal III, terutama ada periode September. Kondisi kuartal IV diharapkan bisa tumbuh lebih baik lagi.

"Kuartal III ada PPKM, kuartal IV nanti kalau Nataru (Natal dan Tahun Baru) biasanya akan cukup meningkat. Namun kalau Covid-19 tidak mengancam, kita akan dapat memanfaatkan momentum kuartal IV," jelas Sri Mulyani.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel